Aksi Buruh: Selain Penghapusan Outsourching, Skandal Century Juga Disuarakan

Jakarta – Demo memperingati hari buruh internsional, puluhan elemen buruh atau pekerja mengusung berbagai isu dan tuntutan. Tuntutan penghapusan outsoerching atau sistem kerja kontrak adalah salah satu tuntutan yang paling Demo Hari Buruh di Istana 2menonjol dalam demonstrasi di Jakarta, Sabtu, 1 Mei 2010.

Para buruh atau pekerja itu juga mengusung tuntutan kepada pemerintah agar hari buruh 1 Mei atau May Day dijadikan sebagai hari libur nasional. Bahkan tuntutan untuk merevisi undang-undang Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek) juga tak lupa mereka suarakan.

Sementara soal isu lain seperti rativikasi konvensi PBB tahun 1980 tentang perlindungan hak-hak pekerja migran dan anggota keluarganya, turut mereka suarakan. Termasuk yang mengemuka adalah tuntutan revisi undang-undang no. 39 tahun 2004 tentang penempatan dan perlindungan tenaga kerjas Indonesia (TKI) di luar negeri. Mereka umumnya mengkritik pemerintah yang dinilai berpaham neoliberal dan lebih memihak kepada pemilik modal.

Selain isu yang terkait dengan kepentingan buruh atau pekerja, demo yang melibatkan puluhan ribu massa dari belasan elemen buruh dari Jakarta dan sekitarnya, isu politik juga tidak ketinggalan mencuat seperti tuntutan pergantian kepemimpinan pemerintahan.

Bahkan Skandal Bank Century terlihat cukup menyolok dijadikan tema demo hari buruh kali ini. Di samping Kapak, Solidaritas Rakyat Anti Korupsi (Sorak) adalah salah satu elemen massa yang cukup mentolok menyuarakan soal Century itu.

Temanya tuntutan soal Cantury masih sama, mereka menganggap SBY, Boediono dan Sri Mulyani Indrawati sebagai pihak yang harus bertanggungjawab terhadap dana talangan Bank Century yang diduga merugikan negara Rp. 6,7 trilyun.

Meskipun sempat terjadi insiden di depan Istana, secara keseluruhan demo yang berlangsung serentak di berbagai tempat di Jakarta seperti depan gedung DPR, Kementerian Tenaga Kerja, bundaran HI dan Istana Negara, berlangsung relatif aman dan lancar.