maiwanews – Upaya menembak jatuh pesawat tanpa awak milik Amerika Serikat adalah contoh terkini dari perilaku mengganggu Iran. Demikian disampaikan pimpinan Gabungan Kepala Staf, Jendral Martin Dempsey, 12 November 2012. Ia mengatakan, serangan pada tanggal 1 November terhadap pesawat tak bersenjata, Predator, jelas-jelas merupakan tindakan bermusuhan.
Sebuah pesawat Frogfoot Iran menembak Predator setidaknya dua kali, namun pesawat Amerika itu berhasil lolos dan kembali ke pangkalan tanpa mengalami kerusakan. Pejabat Iran mengatakan Predator berada di wilayah udara Iran. Sebaliknya, pihak Amerika bersikeras pesawatnya berada di wilayah internasional.
“Kami benar-benar yakin bahwa kami berada di udara internasional, dengan demikian serangan mereka terhadap pesawat tak berawak Predator jelas-jelas merupakan tindakan bermusuhan terhadap aset kami”, kata Jendral Dempsey. Ia menambahkan, pemerintah amerika telah menyampaikan pada pemerintah iran bahwa perilaku tersebut tidak dapat diterima. Militer Amerika akan terus melanjutkan misi dan melindungi pesawatnya.
Lebih lanjut dikatakan Iran merupakan negara sponsor teroris, negara itu menyuplai senjata bagi Hizbullah. Pejabat Iran juga dituding mendukung rezim Suriah, mereka memasok senjata, sangat aktif di dunia maya, dan sedang mengembangkan teknologi energi nuklir meskipun dalam teknan internasional. Teknologi energi nuklir tersebut bisa saja menjadi senjata. Jendral Dempsey juga menuduh pejabat Iran merencanakan pembunuhan terhadap duta besar Arab Saudi di Amerika.
Terkait sanksi diplomatik dan ekonomi terhadap Iran, Jendral Dempsey yakin sanksi itu akan membawa hasil. (aso | Foto: UAV Predator oleh Leslie Pratt/USAF)









