Para senator Amerika Serikat hari Selasa mengatakan bantuan Amerika untuk Mesir telah dimanfaatkan dengan baik, dan Senat AS tidak menunjukkan niat untuk mengubah atau memotong bantuan itu, setidaknya untuk saat ini.
Senator Demokrat asal Connecticut Joseph Lieberman mengatakan bantuan itu telah dimanfaatkan dengan baik. Menurut Lieberman, “Bantuan itu telah mendukung pemerintah yang selama bertahun-tahun sangat berperan dalam menjaga stabilitas di Timur Tengah. Banyak dari bantuan uang tersebut masuk ke militer Mesir. Dan bahkan pada saat krisis seperti sekarang ini, kita lihat bahwa militer memainkan peran sangat penting dalam mempersatukan negaranya.”
Lieberman mengatakan sekarang bukan waktunya untuk mengancam rakyat Mesir atau militer mereka dengan memotong bantuan Amerika. Sementara, Senator Indiana Richard Lugar, anggota Republik dalam Komite Hubungan Luar Negeri Senat, mengatakan, “Saya pikir tidak pantas untuk mengadakan pembahasan tentang hal itu (memotong bantuan=red) sementara warga Mesir sendiri berupaya merumuskan pemerintahan yang pantas.”
Senator Republik Susan Collins dari Maine juga mengatakan bantuan Amerika untuk Mesir bermanfaat bagi kedua negara dan Timur Tengah secara keseluruhan. Tapi dia ragu-ragu ketika ditanya apakah dia akan menjamin masa depan bantuan Amerika ke Mesir.
Collins mengatakan, “Saya pikir terlalu dini untuk membuat kesimpulan itu. Contohnya, jika kelompok Ikhwanul Muslimin menguasai negara itu, maka jelas kami tidak akan memberikan bantuan apapun ke Mesir.”
Didirikan pada tahun 1920an untuk melawan kekuasaan Inggris di Mesir, Ikhwanul Muslimin adalah gerakan politik transnasional Islam yang dilarang di Mesir.
Senator Lieberman mengatakan dia tidak menganggap bahwa kepemimpinan baru Mesir akan bertentangan dengan Amerika Serikat atau Israel. Tapi ia menambahkan bahwa Presiden Mubarak dapat membantu menjamin hasil yang terbaik.
Lieberman menambahkan, “Dia (Mubarak) adalah seorang patriot, seorang nasionalis. Dan salah satu ujian terbesar seorang pemimpin adalah bagaimana ia mengakhiri waktu kepemimpinan dan mengalihkan kekuasaan kepada orang lain, mudah-mudahan dengan cara yang lebih baik bagi negara. Dan rakyat Mesir jelas menginginkan adanya perubahan.” (voa)









