AS Lanjutkan Bantuan untuk Gempa Sumatra

Kapal ampfibi USS Denver yang mampu memiliki kemampuan angkut dan membawa helikopter, dan kapal USS McCampbell tiba untuk membantu korban gempa di Sumatra Barat. Kehadiran USS Denver merupakan upaya terkini yang terus diberikan oleh Amerika Serikat untuk memberikan bantuan bagi Indonesia selama seminggu terakhir sejak terjadinya bencana gempa. Sejumlah upaya bantuan dari AS akan terus disalurkan sesuai dengan program rehabilitasi jangka panjang Pemerintah Indonesia di wilayah yang terkena gempa. Hingga kini, Pemerintah AS telah menyalurkan lebih dari 8 juta dollar AS untuk membantu korban gempa di Sumatra Barat.

Bantuan dari AS tersebut meliputi sebuah Rumah Sakit Lapangan dari Tim Bantuan Tanggap Darurat Kemanusiaan (Humanitarian Assistance Rapid Response Team – HARRT) milik Komando Pasifik AS serta 45 metrik ton bahan-bahan bantuan kemanusiaan dari Badan Pembangunan Internasional AS (USAID) yang dikirimkan dari pusat penyimpanannya di Dubai ke Padang. Selain itu, Tim Bantuan Tanggap Darurat (Disaster Assistance Response Team – DART) dari USAID juga bekerjasama dengan Departemen Pertahanan AS untuk menyediakan transportasi bagi tim-tim sukarelawan dan bahan-bahan bantuan kemanusiaan dari LSM-LSM ke daerah-daerah bencana dengan menggunakan lima helikopter militer AS yang telah datang hari ini bersama kedua kapal tersebut. Tim USAID/DART saat ini sedang mengevaluasi jumlah bantuan kemanusiaan yang akan dibutuhkan oleh para korban gempa Sumatra Barat dan tim tersebut akan memprogramkan bantuan dana dari USAID/OFDA sebesar 4 juta dollar AS untuk membantu penanganan pasca gempa.

Bantuan awal senilai 300.000 dollar AS diserahkan kepada Mercy Corps pada 3 Oktober 2009 untuk membantu pengadaan air, sarana sanitasi dan penampungan di daerah yang terkena gempa. Tambahan dana senilai 4 juta dollar AS diserahkan kepada USDA/OFDA untuk memberikan bantuan lebih lanjut setelah kebutuhan bantuan kemanusiaan diidentifikasi berdasarkan survei udara lokal. Menteri Pertahanan AS juga telah menyetujui bantuan senilai 7 juta dollar AS untuk operasi penanganan di Indonesia. Dana ini mencakup dukungan untuk kapal dan helikoper penanganan bantuan, HARRT, serta sebuah tim Angkatan Udara AS yang beranggotakan delapan personil yang membantu Indonesia dalam membuka kembali landasan udara Tabing untuk kegiatan operasional.

http://www.usembassyjakarta.org