Para pemimpin dunia menyambut baik ratifikasi perjanjian nuklir atara Amerika Serikat dan Rusia Kamis 27 Januari 2011.
Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon mengatakan adopsi parlemen Rusia terhadap undang-undang dalam meratifikasi perjanjian menunjukkan komitmen Rusia dalam upaya pelucutan senjata nuklir dan menjamin non-proliferasi.
Menteri Luar Negeri Inggris William Den Haag mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa ia senang dengan ratifikasi perjanjian itu, yang katanya meningkatkan upaya global untuk menyelamatkan dunia dari senjata nuklir.
Pakta New START membatasi Amerika Serikat dan Rusia dalam pemilikan hulu ledak nuklir strategis. Masing-masing negara maksimal memiliki 1.550 hulu ledak, atau mengalami pemotongan sekitar 30 persen dari batas yang ditetapkan pada tahun 2002.
Ban mengatakan dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan Kamis bahwa ia berharap New START akan mengarah pada upaya-upaya untuk mencapai “pengurangan lebih” dalam semua jenis senjata nuklir. (voa)









