
maiwanews – Juru bicara Kementerian Luar Negeri Korea Selatan mengumumkan kebijakan terbaru pemerintahan Presiden Moon Jae-in terkait hubungan dagang dengan Rusia dan Belarus. Dalam keterangan resminya, disampaikan keputusan untuk melakukan pengendalian ekspor ke kedua negara di Eropa Timur itu.
Kebijakan pembatasan ekspor Korea diambil menyusul invasi Rusia terhadap Ukraina. Presiden Rusia Vladimir Putin menyebutnya sebagai operasi militer khusus untuk melakukan demiliterasasi dan denazifikasi.
Jubir Kemenlu Korsel (Juru bicara Kementerian Luar Negeri Korea Selatan) hari Minggu (06/03/2022) mengatakan, sejak 28 Februari lalu pemerintah Korea Selatan mengutuk keras invasi bersenjata Rusia terhadap Ukraina dan memutuskan untuk mengambil tindakan pengendalian ekspor ke Rusia untuk penyelesaian situasi secara damai.
Terhitung sejak hari Minggu (06/03/2022), pemerintah Korsel memutuskan untuk menerapkan langkah-langkah pengendalian ekspor terhadap Belarus. Kebijakan ini berdasarkan penilaian bahwa negara tetangga Ukraina dan Rusia itu secara substansial memungkinkan invasi Rusia ke Ukraina.
Tindakan pengendalian ekspor terhadap Belarus akan diterapkan dengan cara sama seperti dilakukan terhadap Rusia. Pemerintah Korea dikatakan akan berbagi keputusan sesegera mungkin dengan negara-negara terkait lainnya, termasuk Amerika Serikat.
Beberapa perusahaan Korea dikhawatirkan terdampak oleh kebijakan pengendalian ekspor ke Rusia dan Belarusia. Untuk itu, pemerintah Korea terus memperluas dukungan dan perlindungan untuk perusahaan Korea dan warga Korea di luar negeri. (z)









