Bupati Lumajang Getol Perangi Narkoba

Bupati Lumajang, Syahrazad MasdarLUMAJANG – Bengitu sangat berbahayanya narkoba, membuat Bupati Lumajag, DR. H. Sjahrazad Masdar, M.A juga ikut perang memerangi narkoba.

”No Drug atau jangan sekali-kali tergoda narkoba,” tegas Sjahrazad Masdar.

Seruan bupati itu, bukan sekadar pemerah bibir. Tetapi, karena melihat semakin banyaknya generasi muda yang terjerat narkoba, sehingga menghancurkan masa depannya dan masa depan bangsa Indonesia.

”Generasi muda akan rusak, kalau terjerat narkoba,”ungkapnya.

Dijelaskan, dari hasil temuan hasil operasi terhadap barang haram yang baru saja dimusnahkan tersebut, juga bertambah banyak dari waktu ke waktu.

“Narkoba seakin hari semakin beragam jenisnya,”terangnya.

Bupati Masdar merasa khawatir, narkoba justru menjadi penghalang bagi generasi muda di dalam meraih cita-cita luhurnya.

”Saya harap kepada generasi muda agar tidak tergoda terlebih mencoba narkoba. Bahkan, bukti kepedulian, pemkab akan lebih aktif di dalam pemberantasan peredaran narkoba tersebut,”janjinya.

Sejatinya, pihaknya telah melangkah jauh. Satu diantaranya, dengan pembentukan Badan Penanggulangan Narkoba Kabupaten (BNK) yang melibatkan berbagai instansi lainnya.

”Kami juga juga aktif, dalam melakukan razia atau operasi di lembaga-lembaga sekolah,”tukasnya.

Lebih lanjut dikatakan, pada tahun 2011, Pemkab akan menganggarkan dana untuk biaya tes urine bagi semua pegawai di lingkup Pemkab Lumajang.

”Untuk saat ini, belum bisa dilakukan, karena belum tersedia anggaran. Saya yakin dengan tes urin tersebut, akan memudahankan mengetahui siapa PNS yang terjerat narkoba,”tandasnya.

Bupati Masdar sendiri, heran dengan banyaknya barang bukti yang dimusnahkan tersebut. Sebab, selama ini, Pemkab Lumajang tidak pernah memberikan ijin peredaran barang-barang haram itu.

”Ini kan aneh, pemkab tidak mengeluarkan ijin, tapi banyak yang memperjual- belikannya,” tambahnya.

Sedangkan Kapolres Lumajang, AKBP Tejo Wijanarko mengatakan, kasus narkoba di Lumajang malah terjadi penurunan.

”Tapi, berdasarkan fakta dan data yang ada, di Kabupaten Lumajang justru terjadi penurunan jumlah kasus yang cukup signifikan.,” jelasnya.

Dikatakan, penurunan tersebut bukan hanya kasus yang dapat diungkap, tetapi hal itu juga pararel dengan jumlah peredaran dan penyalahgunaannya.

”Antara jumlah peredaran dan kasus yang berhasil diungkap berbandng lurus. Jadi, bukan karena minimnya pengungkapan,”tukasnya.

Turunnya jumlah kasus narkoba tersebut, merupakan hasil kerja bareng antara pihak penegak hukum dengan aparat daerah dan masyarakat dari berbagai element.

“Saya minta semua pihak untuk ikut menangulangi dan memberantas peredaran narkoba, demi masa depan bangsa,” ujar Tejo.