maiwanews – Kritik terhadap pernyataan Menko Polhukam Tedjo ‎Edhy Purdijatno meluas. Kali ini pihak kampus juga ikut memberi komentar Menteri Tedjo yang menyebut para pendukung KPK rakyat tidak jelas.
Dekan Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FH UI), Prof. DR. Topo Santoso mengatakan, Menteri Tedjo yang menganggap rakyat bodoh (dengan menyebut rakyat tidak jelas) dengan dagelan ini, akan menyesali diri.
Dalam akun facebooknya Topo Santoso mengungkapkan, di saat makin sempit, para penguasa menggunakan peluang yang ada sekecil apapun untuk melakukan sesuatu yang bermanfaat. Ia berharap, para penguasa agar memenuhi harapan rakyat yang sudah muak dengan korupsi.
Topo Santoso berpendapat, dukungan rakyat terhadap KPK merupakan titik kritis dari arah pemberantasan korupsi negeri ini.
“Dari rahim ‘Rakyat tidak jelas’ lahir kekuatan berlandaskan nurani,” tulis Topo Santoso, Minggu (25/1/2015).
Sebelumnya diberitakan, Menko Polhukam Tedjo Edhy Purdijanto mengatakan, sikap KPK yang menggalang dukungan dari publik terkait masalah yang dihadapai dengan Polri paska penangkapan Wakil Ketua KPK, Bambang Widjojanto.
Yang membuat publik tersinggung dan marah atas penyataan politisi NasDem itu adalah terselip kata-kata yang menyebut para pendukung KPK rakyat yang tidak jelas.
“Jangan membakar-bakar massa, mengajak rakyat, ayo rakyat, kita ini, enggak boleh begitu. Itu suatu pernyataan sikap yang kekanak-kanakan. Berdiri sendiri, kuat dia. Dia akan didukung, konstitusi mendukung. Bukan dukungan rakyat yang enggak jelas itu, konstitusi yang mendukung,” kata Tedjo.
Polda Metro Jaya Imbau Masyarakat Tidak Gelar Pesta Kembang Api
Ledakan Dahsyat di Pelabuhan Shahid Rajaei Iran Tewaskan 25 Orang
Wasekjen NATO ke Paris, Bahas Prioritas Aliansi
Pj Sekda Kota Makassar Imbau Tidak Lakukan Penggantian RT/RW
Danny Pomanto Resmikan Pembangunan Masjid Mardhiyyah, Ajak Jemaah Dekatkan Anak dengan Masjid









