
maiwanews – Deplu AS setujui potensi kerja sama militer dengan Taiwan senilai kurang lebih $95 juta. Kerja sama itu termasuk penjualan peralatan pertahanan dan pelatihan serta pengiriman peralatan pendukung sistem pertahanan udara rudal patriot.
Kebijakan Deplu AS (Departemen Luar Negeri Amerikat Serikat) itu disampaikan Dephan (Departemen Pertahanan) AS hari Selasa (05/04/2022). Dalam sebuah pemberitahuan kepada Kongres AS, pihak Pentagon mengatakan, paket kerja sama dengan Taiwan mencakup pelatihaan, perencanaan, operasi, penyebaran, penerjunan, serta pemeliharaan sistem pertahanan udara patriot.
Paket kerja sama AS-Taiwan senilai 95 juta dolar AS (sekitar Rp 1,3 triliun lebih) dibahas sementara China mengklaim Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya. Taiwan mengeluh atas meningkatnya tekanan militer oleh Beijing.
Menurut Pentagon, paket kerja sama tersebut merupakan dukungan terhadap upaya Taiwan melakukan moderniasi militernya. Hal ini melayani kepentingan nasional, ekonomi, dan keamanan Amerika Serikat. Negara penerima dalam kerja sama tersebut dapat mempertahankan kepadatan rudal dan kesiapan operasi udara.
Juru bicara Kantor Pekresidenan Taiwan, Xavier Chang, mengatakan bahwa negaranya senantiasa siap membela diri dan melanjutkan kerja sama dengan Amerika Serikat dan negara-negara lain. Sementara Kemenhan (Kementerian Pertahanan) Taiwan menyebut kesepakatan itu kemungkinan berlaku dalam bulan ini. (VOA/hiu)
Menlu Rusia Sebut Warga Sipil Jadi Korban Serangan Ukraina
Polisi Amankan ART Terduga Pencuri Perhiasan Majikan Senilai Rp697 Juta
Jepang Siap Selenggarakan Program Kerja Sama dengan Indonesia
Korpolairud Jalin Kerja Sama dengan Akademi Pelayaran dan Penerbangan
Dephan AS Sepakati Kontrak Senilai $253,7 Juta ke Williams International









