Arief Poyuono,S.E (Ketua Presidium Federasi Serikat Pekerja BUMN – Bersatu)
Penempatan tenaga kerja Indonesia ke luar negeri telah menjadi salah satu sumber devisa. Bank Dunia memperkirakan buruh migran akan membawa remitansi sedikitnya 7,1 miliar dollar AS tahun 2010, naik dari 6,6miliar dollar AS tahun 2009. Namun berbagai kabar miring perlakuan terhadap TKI seperti penyiksaan, pemerkosaan dan pembunuhan kerap menjadi berita, dan anehnya sampai saat ini Pemerintah belum punya satupun metode untuk bisa melindungi TKI yang bekerja diluar negeri , padahal ini adalah kewajiban negara untuk bisa memberikan perlindungan bagi TKI baik perlindungan Jiwa, keselamatan maupun perlindungan terhadap hak hak kesejahteran TKI. Sebagaimana UU no 39 tahun 2004 dalam pasal 7 hurup E yang dikatakan Pemerintah berkewajiban memberikan perlindungan kepada TKI selama masa sebelumnya pemberangkatan, masa penempatan, dan masa purna penempatan.
Banyak sekali sebenarnya buruh migrant yang bernasib sama seperti Sumiati, Kikim dan lainnya menurut data Sebanyak 4.822 tenaga kerja Indonesia (TKI) di luar negeri mengalami penganiayaan pada tahun 2009. Jumlah itu naik tajam di atas 30 persen, tepatnya 39 persen dibandingkan tahun sebelumnya 3.470 jiwa. Hal itu terungkap dalam data pelayanan TKI di Terminal Selapajang Bandara Soekarno Hatta oleh Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan TKI (BNP2TKI).
Penganiayaan juga menempati peringkat kasus terbesar dialami TKI sepanjang tahun lalu setelah pemutusan hubungan kerja (PHK) sepihak 13.153 TKI dan sakit akibat kerja 10.153 TKI. Padahal, pada 2008, penganiayaan menempati peringkat kasus terbanyak keempat di bawah kasus gaji TKI tidak dibayar. Saat itu, terdapat 3.797 TKI yang mengalami masalah gaji tidak dibayar.
Peyebab dari semua ini jelas menunjukan pemrintah SBY telah gagal melakukan perlindungan terhadap TKI diluar negeri dan makin jelas pula bahwa pemerintah SBY tidak mempunyai posisi tawar yang kuat dengan negara penguna TKI dalam melindungi TKI .
Meningkatnya kenaikan jumlah TKI yang bekerja di Luar negeri dan devisa yang dihasilkan sebenarnya bukanlah kebanggaan bagi kita, kalau saja pemerintah dan pejabatnya waras, dan tidak mabok oleh kekuasaan , sebab tinnginya minat TKi untuk bekerja di luarnegeri lebih didasari karena kemiskinan yang dialami oleh rakyat dipedesaan dan kurangnya lapangan kerja ini artinya selama 6 tahun pemerinthan SBY tidak bisa menciptkan lapangan kerja dipedesaan dan menuntaskan kemiskinan di pedesaan.
Hilangnya nyawa anak bangsa dan lukanya siksa yang dialami TKI tidak sepandan dengan Devisa yang dihasilkan oleh TKI. sebab nyawa orang Indonesia sangatlah berharga sekali.
KUR (Kredit Usaha Rakyat ) untuk TKI adalah kesalahan Fatal pemerintah
Seperti yang digembar gemborkan oleh pemerintah melalui menko perekonomiaan bahwa KUR (kredit usaha rakyat ) yang berjumlah 22,4 trilyun dapat digunakan untuk pembiayaan TKI adalah kesalahan fatal yang dilakukan oleh pemerintah SBY , karena seharusnya KUR diberikan untuk usaha rakyat bukan untuk modal menjadi TKI , sebab jika digunakan untuk usaha rakyat dalam bentuk UKM atau pertanian akan meberikan efek ekonomi yang besar bagi perekonomian rakyat dipedesaan dan bisa meyerap tenaga kerja. dibandingkan harus digunakan untuk TKI.
Berdasarkan Jumlah TKI : 2.679.536 orang. Tahun 2009-2010 devisa yang dihasilkan US$ 6.615.321.274 milyar. Jadi setiap TKI rata rata setiap tahun menghasilkan 2468 US$/tki dan perblan rata rata hanya 205 US$/TKI.
Biaya yang dikeluarkan TKI untuk berangkat per TKI rata rata Rp 15.500.000/orang sesuai Surat Keputusan No.186 Tahun 2008 yang dikeluarkan oleh Dirjen Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja (Binapenta) Departemen Tenaga Kerja & Transmigrasi. ditambahkan bunga sejumlah 18 % pertahun yang harus ditangung TKI berarti biaya yang ditangung adalah Rp 18.290.000 Selisih pendapat TKI dengan Biaya : $US 4936 (Rp 44.424.000)-Rp 18.290.000 = Rp 26.134.000
Rp.26.134.000 :24 bulan =Rp 1.088.916 ( hasil bersih yang diterima TKI setiap bulan dan perhari Rp 36.2972) Sementara UMR tahun 2010 rata rata di Indonesia Rp 900.000
Jadi devisa yang dihasilkan tidak sesuai untuk kesejahteraan TKI karena masih di bawah UMR untuk kota kota tertentu di Indonesia, jika pemerintah benar benar serius untuk memaksa Bank Bank BUMN menyalurkan KUR yang saat ini jumlah pinjaman bisa sampai 20 juta dengan bunga sama tentu kan lebih banyak menghasilkan efek ekonomi yang lebih besar dan Devisa yang besar.
Teddy Tegaskan Tidak Ada Minuman Beralkohol dalam Jamuan Macron
Prabowo dan Airlangga Bahas Perkembangan Ekonomi Nasional
Mikhail Mishustin Laporkan Situasi Ekonomi Rusia ke Vladimir Putin
Prabowo Optimis Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Capai 8 Persen
Presiden Sebut ESDM Berperan Penting Bagi Perekonomian Nasional









