Dikhawatirkan Terjadi Hujan Asam di Jepang

Earthquake and Tsunami damage-Sendai Port, JapanPihak berwenang di Tokyo mengumumkan bahwa besok, Minggu 13 Maret 2011, listrik di Tokyo akan padam (blackout) dan dan dikhawatirkan akan terjadi hujan asam, yang membawa zat kimia dari terbakarnya refinery di Chiba tanggal 11 Maret.

Pemerintah kota Tokyo memberikan peringatan agar masyarakat tidak keluar rumah, dan menyediakan jaket dan payung sebagai pengaman. Hingga kini data korban gempa terkini : 1400 (1000 meninggal, 400 hilang/unaccountable). KBRI Tokyo telah menerima inquiries lewat Call Center. Dari 278 orang yang dicari, 49 WNI sudah bisa dihubungi. KBRI Tokyo juga telah membuka SMS center +81-80-3506-8612, dan Call Center di nomor +81-90-3132-4994.

Dua relief evacuation team KBRI telah berangkat menuju wilayah Miyagi dan Iwate pada tanggal 12 Maret 2011 pukul 02.00 dini hari setelah menempu pejalanan 18 jam maka pada pukul 21.30 telah berhasil menemui 70 WNI yang menempati tempat pengungsian di SMP Sanjo, Kota Sendai.

Pengungsian di kota Sanjo merupakan 1 dari 6 tempat pengusian di wilayah Sendai. WNI di tempat tersebut dalam kondisi baik. Menurut Tim, logistik yang dibawa oleh tim cukup untuk 2 (dua) hari dan kondisi di tempat tersebut kekurangan air bersih. Penampungan tersebut saat ini tidak dialiri listrik.

Berdasarkan informasi dari asosiasi penyalur tenaga magang asing ke jepang, IMM Japan, 46 dari 57 orang wni trainee IMM dikonfirmasikan selamat, sementara 11 orang trainee lainnya sedang berusaha dihubungi namun perusahaan mereka bekerja berada di wilayah yang tidak terkena sampai yang parah sehingga diharapkan mereka dalam keadaan selamat.

Terdapat 9 perawat di di wilayah Miyagi, dan semuanya diindikasikan selamat. 50 mahasiswa Indonesia di International University of Japan (IUJ) dan empat perawat di Niigata dalam keadaan selamat. Info terbaru dari Japan Seamen Union, menyampaikan terdapat 28 ABK WNI dalam keadaan selamat di Kota Ishonomaki. (KBRI Tokyo/aso)