maiwanews – Anggota Komisi III DPR Gayus Lumbun berharap Yusril Ihza Mahendra mengungkap kasus hukum yang diketahuinya selama menjadi menteri. Gayus Lumbun berharap Yusril tidak diam saja setelah merasa disudutkan.
“Yusril sebagai Mantan Menteri Kehakiman dan mantan Mensesneg tentu tahu banyak hal, buka semua kasus itu,” tegas Gayus Lumbun di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat, 2 Juli 2010.
Anggota Komisi III DPR itu berharap Yusril ikut memberantas mafia hukum tanah air dengan membuka sejumlah kasus yang terpendam selama ini. “Sebut saja sejumlah tanah negara yang hilang, misalnya tanah negara di Senayan,” jelas Gayus mencontohkan.
Yusril diharapkan berani mengungkap kasus lain yang diketahuinya, bukan hanya soal Jaksa Agung, karena soal Jaksa Agung yang dibuka, menurut Gayus, itu bukan luar biasa. “Secara materiil Presiden masih memakai,” papar Gayus.
Sebelumnya diberitakan, Yusril menolak diperiksa Kejaksaan pada Kamis 1 Juli dan balik menuding Jaksa Agung Hendarman Supandji sebagai pejabat ilegal karena belum pernah dilantik Presiden SBY.
Selain itu, denga nada geram, Mantan Mensesneg yang diberhentikan oleh Presiden SBY dari Kabinet Indonesia bersatu jilid I itu, juga mengancam akan membongkar kasus Century dan Hotel Hilton yang diketahuinya.
“Kita akan habisi. Prinsip saya, mati satu, mati semua. Saya akan bongkar semua yang saya tahu. Sebelum ada kasus Century, saya sudah tahu. Sebelum soal tanah Hotel Hilton mencuat, saya sudah tahu,” ujar Yusril di kantor hukum Yusron Ihza Mahendra, Gedung Citra Graha, Jl Jenderal Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Rabu, 30 Juni lalu.
Yusril dijadikan tersangka oleh Kejaksaan Agung terkait kasus Sisminbakum yang juga menyeret nama Hartono Tanoesudibjo, kakak kandung Hary Tanoe. Yusril telah menghadiri panggilan Jaksa, lamun Hartono keburu berangkat ke Taiwan, sehari sebelum surat pencekalan dikeluarkan Kajagung.









