Empat Orang Mesir Serang Iring-Iringan Presiden

Presiden Mesir, Mohamed Morsi El-Ayyat (Jonathan Rashad)
maiwanews – Empat orang Mesir dituduh melakukan serangan terhadap iring-iringan Presiden Mohamed Morsi pasca serangan Sinai. Persidangan dijadwalkan akan dimulai pada hari Kamis waktu setempat di pengadilan pelanggaran ringan Heliopolis.

Iring-iringan presiden Mesir diserang saat meninggalkan Istana Kepresidenan di Kairo. Pada tanggal 6 Agustus rombongan Presiden Morsi dikepung oleh puluhan demonstran. Para pemdemo meneriakkan slogan-slogan terhadap presiden dan melempari dengan batu dan sepatu. Pihak keamanan menahan empat orang pendemo pelaku serangan, mereka dihadapkan pada jaksa penuntut umum untuk kemudian dirujuk ke pengadilan.

Demonstrasi dilakukan sehari setelah terjadinya serangan berdarah di perbatasan di Semenanjung Sinai Mesir. 16 orang Mesir penjaga di perbatasan dengan Jalur Gaza dilaporkan tewas. Pada tanggal 7 Agustus, presiden tidak dapat menghadiri pemakaman militer untuk jasad para penjaga perbatasan. Presiden menjelaskan bahwa ia tidak hadir karena ingin memberi ruang bagi publik untuk berkabung. Namun berbagai kalangan meyakini presiden tidak hadir karena alasan keamanan.

Hari Minggu 13 Agustus lalu seorang presenter televisi di Mesir, Tawfiq Okasha, diajukan ke pengadilan atas tuduhan menghasut orang untuk melakukan kekerasan terhadap Presiden Morsi. Okasha dituduh menghasut masyarakat untuk melakukan demonstrasi massal terhadap presiden Mesir pada 24 Agustus. Stasiun televisi satelit tempat Okasha bekerja, Fareen, sebelumnya pada 10 Agustus diperintahkan oleh otoritas Mesir untuk tidak siaran dalam kurun waktu setidaknya satu bulan.

Pada 9 Agustus, Presiden Morsi melakukan perombakan terhadap posisi pejabat keamanan, termasuk kepala Garda Republik Mesir. Garda Republik bertanggung jawab untuk melindungi presiden. (aso/Ahram)