
maiwanews – Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan Jumat 20 Agustus mengatakan negaranya tidak menutup pintu bagi orang-orang Afganistan. Penegasan itu disampaikan seusai menunaikan ibadah Shalat Jumat di Masjid Kerem Aydınlar Kota Istanbul.
Ia menyebut orang-orang Afganistan adalah saudara dan saudari Muslim, Turki tidak akan menutup pintu bagi mereka. Faktanya, sedang berlangsung insiden di Afganistan, ungkap Presiden Erdogan. Ia menambahkan, “jika pintu kami diketuk, kami akan membukanya dan mengadakan pembicaraan. Terkait Taliban, Presiden Erdogan menjelaskan, pemerintah Turki siap melakukan pembicaraan dengan pihak Taliban jika diperlukan.
Turki dikatakan terus memantau perkembangan di Afganistan. Pemerintah, utamanya Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) melakukan pembicaraan dengan beberapa negara. Kemenlu Turki juga akan berbicara pada pertemuan NATO (North Atlantic Treaty Organization).
Diberitakan sebelumnya, Taliban berhasil menguasai beberapa kota pasca penarikan pasukan Amerika Serikat (AS) dari Afganistan. Pada 15 Agustus Taliban berhasil menguasai ibu kota Afghanistan, Kabul, tanpa perlawanan pasukan pemerintahan Presiden Ashraf Ghani. Usai menguasai Kabul, Taliban mengumumkan bahwa perempuan memiliki kesempatan belajar dan bekerja.
Pada hari Selsa 17 Agustus, Anggota komisi budaya Taliban, Enamullah Samangani, mengumumkan pihaknya memberi amnesti kepada semua mantan pejabat pemerintahan Presiden Ashraf Ghani. Semua orang dihimbau untuk tidak ragu melanjutkan aktifitas sehari-hari secara normal. (z/Kantor Kepresidenan Turki/maiwanews)
Polda Metro Jaya Imbau Masyarakat Tidak Gelar Pesta Kembang Api
Perundingan Dagang, Indonesia Tawarkan Solusi Saling Menguntungkan ke Amerika Serikat
Prabowo Subianto Sambut Perdana Menteri Fiji di Istana Merdeka
Presiden Prabowo Terima Menlu Prancis, Tekankan Penguatan Kemitraan
Gedung Putih Sebut Houthi Serang Kapal Perang AS Sebanyak 174 Kali









