
maiwanews – Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden Sabtu 14 Agustus mengizinkan pengerahan sekitar 5.000 tentara untuk mengamankan evakuasi dari Afganistan. Keputusan itu diambil berdasarkan rekomendasi dari tim diplomatik, militer, dan intelijen.
Pengerahan kurang lebih 5 ribu pasukan dilakukan untuk memastikan penarikan personel AS dan personel sekutu lainnya berjalan secara tertib dan aman. Beberapa warga Afganistan juga ikut dievakuasi karena merekan membantu pasukan AS. Orang-orang Afganistan itu dikatakan menghadapi risiko khusus atas kemajuan Taliban.
Dalam pernyataannya, Prresiden Biden juga menyampaikan bahwa ia telah memerintahkan Angkatan Bersenjata dan Komunitas Intelijen untuk memastikan bahwa AS akan mempertahankan kemampuan dan kewaspadaan untuk mengatasi ancaman di masa depan.
Adapun menteri luar negeri (menlu) AS diminta untuk mendukung Presiden Afganistan Ashraf Ghani Ahmadzai dan para pemimpin Afghanistan lainnya ketika mereka berusaha untuk mencegah pertumpahan darah lebih lanjut dan mengutamakan penyelesaian politik atas konflik di Afganistan.
Kepada perwakilan Taliban di Doha Qatar, melalui Komandan Tempur AS, pemerintah AS telah menyampaikan bahwa setiap tindakan lapangan mereka di Afganistan, jika membahayakan personel atau misi AS di sana, akan dihadapi dengan militer AS dengan cepat dan kuat.
Untuk kelancaran evakuasi, Presiden Biden menunjuk Duta Besar Tracey Jacobson sebagai penanggung jawab atas upaya seluruh pemerintah untuk memproses, mengangkut, dan merelokasi pemohon Visa Imigran Khusus Afganistan dan sekutu lainnya. AS berupaya mengevakuasi ribuan orang, mereka telah membantu pasukan AS selama di Afganistan. (z/Gedung Putih)
Indonesia-Australia Komitmen Wujudkan Perdamaian dan Kemakmuran Regional
Operasi SAR Sisir Daratan dalam Pencarian Iptu Tomi Samuel Marbun
Razia Jelang Ramadan, Aparat Pringsewu Amankan Pengguna Narkoba
Panglima Dampingi Presiden Berikan Pengarahan ke Dansat Jajaran TNI
Austin Tantang Kelompok Kontak Pertahanan Ukraina untuk Tetap Memberi Dukungan









