FSP BUMN Desak Polri Usut Penyelundupan Gula

poyuonoFederasi Serikat Pekerja (FSP) BUMN Bersatu mendesak Kapolri untuk segera menangkap para pelaku mafia penyelundupan gula di Kalimatan Barat yang telah merugikan negara ratusan milliar dan akan menyengsarakan para petani tebu, tidak itu saja penyelundupan gula dari Thailand melalui perbatasan juga bisa dijadikan sebagai media untuk meyelundupakan narkotika oleh jaringan narkotika internasional karena tanpa melalui pemeriksaan bea cukai dan karantina. Hal itu disampaikan Ketua FSP BUMN Bersatu Arief Poyuono pada wartawan, Jumat 28 Januari 2011.

Menurut Arief, inilah saatnya Kapolri untuk bertindak langsung terhadap gagalnya pencegahan penyeludupan gula besar besaran di Kalimantan Barat yang telah merugikan negara hamper 180 milyar, ini adalah merupakan kejahatan ekonomi yang sangat serius dan akan berdampak pada jutaan nasib petani tebu di Indonesia serta, keberlangsungan dari perusahaan perusaahan Gula di Indonesia terutama BUMN. Dan pada akhirnya juga akan berdampak pada kesejahteraan Petani tebu serta buruh diperkebunan tebu serta, buruh buruh dipabrik gula juga akan terancam PHK besar besaran akibat gula yang dihasilkan oleh pabrik di Indonesia jauh kalah murah dari Indonesia.

Arief menambahkan, tidak itu saja dampak dari penyeludupan gula juga akan membahayakan kesehatan masyarakat yang mengkomsumsi gula selundupan tersebut, dimana mutu gula selundupan dipastikan tidak melalui pemeriksaan quarantine, dan diduga gula yang diselundupkan adalah merupakan gula yang tidak masuk dalam kategori SNI, tentu saja maraknya penyeludupan gula akan semakin meningkatkan jumlah penderita diabetis mellitus akibat masuknya gula selundupan, jadi wajar saja dari tahun ketahun penderita diabetis di Indonesia makin meningkat dan yang pada akhirnya akan menurunkan kualitas hidaup rakyat Indonesia.

“Menurut data-data yang kami dapat dari pasar tradisional di Kalimantan barat, gula selundupan yang dijual di pasaran setelah dilakukan tes laboratorium di Pabrik gula PTPN 10, gula selundupan tersebut adalah merupakan gula mutu rendah,” jelas Arief.