maiwanews – Pemerintah Republik Indonesia (RI) rupanya cukup serius dalam pengembangan kemampuan alat utama sistem senjata (alutsista) TNI. Hingga 2014, RI menganggarkan dana sebesar Rp 99 triliun untuk percepatan peremajaan dan pengadaan alutsista.
“Sampai 2014 yang dibicarakan menyangkut anggaran sekitar Rp 99 triliun sebagai anggaran yang sudah masuk kedalam dateline dari RPJMN 2010-2014,” ungkap Kepala Bappenas, Armida Alisjahbana Senin, 19 September 2011.
Keputusan tersebut ditelorkan dalam rapat kabinet terbatas rencana pengadaan alutsista TNI dengan pembelanjaan pinjaman luar negeri 2010-2014 yang berlangsung di Kantor Presiden RI, Jakarta.
Menurut Armida, dana sebesar itu yang penggunaannya antara lain untuk pengadaan tiga kapal selam TNI AL, tank TNI AD serta pesawat tempur Sukhoi TNI AU, sebagian berasal dari pinjaman luar negeri.
Namun Armida menjelaskan, tidak semuan dana itu diperuntukkan untuk pengadaan alutsista. Sebanyak Rp 32,5 trilyun akan dialokasikan untuk pemeliharaan dan perawatan alutsista, sementara Rp 66,5 trilyun sisanya untuk belanja modal.
Hardiknas 2026, Kapolri Gaungkan Pendidikan Bermutu Wujudkan Indonesia Emas 2045
Perundingan Dagang, Indonesia Tawarkan Solusi Saling Menguntungkan ke Amerika Serikat
Kapolri Perintahkan Kabareskrim Usut Teror ke Jurnalis Tempo
Prabowo Panggil Menteri KKP, Perintahkan Usut Tuntas Pagar Laut di Tangerang
Presiden Buka Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2024 di Sentul









