maiwanews – Ekspor Indonesia memperlihatkan kinerja yang cukup membanggakan. Nilai ekpor hingga pertengahan tahun ini telah menembus angka di atas US$10 miliar atau setara Rp90 triliun (kurs Rp9.000 per dolar AS).
“Ekspor nonmigas Juni 2010 mencapai US$10,4 miliar, atau meningkat 31,1 persen dibanding bulan yang sama 2009 atau lebih tinggi dari bulan sebelumnya,” kata Mendag di Kementerian Perdagangan Jakarta, Rabu 4 Agustus 2010.
Dijelaskan menteri, rata-rata bulanan ekspor nonmigas selama Januari-Juni 2010 mencapai US$9,8 miliar. Namun demikian, angka ini masih berada di atas rata-rata 2008, dimana saat itu, kinerja ekspor merupakan yang tertinggi dalam sejarah.
“Pertumbuhan ekspor kumulatif nonmigas periode Januari-Juni 2010 meningkat 38,4 persen dibanding periode sama 2009,” ujar Mari menjelaskan.
Apabila dilihat dari pergerakannya, arah pertumbuhan cukup positif. Angka rata-rata tahunan periode Juli 2009 hingga Juni 2010 naik 18 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya.
Dilanjutkan Mari, pada semester II-2010, nilai ekspor diperkirakan sedikit melandai dibanding 2009. Hal itu disebabkan karena basis pada 2009 juga landai. Penyebab lainnya adalah penurunan pertumbuhan di Asia karena stimulus fiskal akan berkurang.
Atas prestasi peningkatan ekpor yang dicapai Indonesia itu, Menteri Mari Elka Pangestu mengaku cukup bangga.
Presiden Prabowo Gulirkan Stimulus Ekonomi Rp24,44 Triliun
Prabowo Luncurkan Gerakan Indonesia Menanam di Banyuasin
Prabowo Optimis Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Capai 8 Persen
Pemerintah Minta Apple Investasi di Indonesia $1 Miliar
Kakanwil Kemenkumham Jatim Hadiri Peresmian Smelter PT Freeport Indonesia di Gresik









