Indonesia dan Jerman akan mengembangkan kerjasama bilateral dalam berbagai bidang. Ketertarikan Jerman dalam meningkatkan hubungan dengan Indonesia didasarkan pada kenyataan bahwa potensi dan perkembangan Indonesia yang signifikan di berbagai bidang baik domestik, regional maupun internasional.
Hal itu juga menjadikan Indonesia tetap sebagai mitra yang penting dan strategis bagi Jerman. Hal ini menarik Jerman menangkap peluang-peluang peningkatan kerjasama. Tidak hanya antar Pemerintah, namun juga antar masyarakat di kedua Negara.
Tiga pejabat penting Negara Bagian Bremen, Republik Federal Jerman memiliki kesamaan pandangan mengenai arti penting Indonesia bagi Jerman. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Kepala Negara Bagian/Walikota Bremen Jens Bohrsen, Ketua Parlemen Bremen Christian Weber, dan Wakil Kepala Kamar Dagang Bremen Matthias Claussen saat bertemu dengan Konjen RI Hamburg Marina Estella Anwar Bey 7 Februari 2011.
Dalam kapasitas masing-masing, ketiganya menyambut baik keinginan Konjen Marina untuk mengembangkan kerjasama lebih lanjut di bidang-bidang potensial seperti pengembangan kapasitas manajemen pelabuhan, dan pengembangan pembangkit listrik bertenaga angina.
Konjen Marina juga berkeinginan untuk mengembangkan kerjasama pendidikan dengan Universitas Bremen dan Universitas Jacobs Bremen serta riset di bidang penerbangan dan ruang angkasa. “Bremen merupakan salah satu negara bagian di Jerman yang telah memiliki tradisi perdagangan dengan Indonesia” tutur Konjen Marina.
Lebih lanjut ia menuturkan banyaknya komoditi Indonesia yang diimpor oleh Jerman seperti kopi, tembakau, besi, mebel, minyak kelapa sawit, ikan dan produk perikanan, tekstil dan produk tekstil, buah kaleng dan berbagai komoditi lainnya masuk melalui pelabuhan Bremen.
Sebaliknya, komoditi Jerman yang diimpor Indonesia melalui Bremen antara lain mobil dan komponen otomotif lainnya, bahan baku kimia, produk farmasi, dan lain sebagainya. Menurut lembaga statistik Jerman, jelasnya, nilai perdagangan Indonesia dengan Bremen pada tahun 2009 mencapai 125, 2 juta Euro.
Salah satu bentuk kerjasama perdagangan tertua antara Indonesia dengan Bremen adalah lelang tembakau Deli di Tabakborse Bremen yang telah dimulai 1968. Namun sayangnya, pada 2010 para pemegang saham Tabakborse menyepakati untuk menutup penjualan tembakau melalui lelang. Hal ini dikarenakan berbagai hal yang menyebabkan nilai penjualan beberapa tahun terakhir terus turun. (KJRI Hamburg/IS/ed.Yo2k/Kemlu)
Indonesia-Australia Komitmen Wujudkan Perdamaian dan Kemakmuran Regional
India-Pakistan Sepakat Gencatan Senjata
Porsche Indonesia Persembahkan Porsche Classic Art Week 2025
Perundingan Dagang, Indonesia Tawarkan Solusi Saling Menguntungkan ke Amerika Serikat
Appi Beberkan Rencana Pembangunan Stadion Hingga Keselamatan Transporasi









