
maiwanews – Indonesia dan Persatuan Emirat Arab (PEA) menghormati satu sama lain dengan saling memberi nama jalan pemimpin masing-masing. PEA (United Arab Emirates/UAE) menamai salah satu ruas jalan dengan nama Joko Widodo, sebaliknya Indonesia menamai salah satu ruas dengan Jalan Layang Sheikh Mohammed bin Zayed.
Dalam kunjungannya ke Abu Dhabi Rabu 3 November, Presiden Joko Widodo (Jokowi) sempat meninjau jalan Joko Widodo. Duta Besar Indonesia untuk PEA Husin Bagis mengatakan penamaan itu adalah bentuk pengakuan dan penghargaan. Menurutnya, ini merupakan suatu kebanggaan, tidak banyak ruas jalan di PEA menggunakan nama orang asing.
Pemberian nama jalan Joko Widodo merupakan inisiatif Sheikh Mohammed bin Zayed Al Nahyan. Sebelumnya ruas jalan itu bernama Al Ma’arid Street, menghubungkan Jalan Rabdan dengan Jalan Tunb Al Kubra.
Sheikh Mohammed bin Zayed Al Nahyan adalah Putra Mahkota Abu Dhabi dan Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata PEA.
Jalan Presiden Joko Widodo diresmikan pada 19 Oktober 2020 oleh Sheikh Khalid Bin Mohammed Bin Zayed Al Nahyan selaku Chairman Abu Dhabi Executive Office. Jalan itu terbentang sepanjang 2,5 km di sebuah kawasan strategis.
Sementara di Indonesia, Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek diganti namanya menjadi Jalan Layang Sheikh Mohammed bin Zayed (MBZ). Nama baru itu diresmikan 12 April 2021 olehMenteri Sekretaris Negara Pratikno.
Dubes (Duta Besar) Husin mengemukakan bahwa saling beri nama jalan itu mencerminkan hubungan bilateral Indonesia-PEA. Hubungan keduanya telah terjalin lebih dari 45 tahun, yaitu sejak tahun 1976. (z/BPMI Setpres)
Gubernur Sulsel Tinjau Pengerjaan Jalan Hertasning
Indonesia-Australia Komitmen Wujudkan Perdamaian dan Kemakmuran Regional
Indonesia-Viet Nam Sepakat Tingkatkan Hubungan Bilateral
Danny Pomanto Resmikan Nama Jalan Jampea Jadi Hoo Eng Djie
Pertemuan Bilateral Amerika-Australia Bahas Kerja Sama Pertahanan









