maiwanews – Pemerintah Israel dihinggapi ketakutan atas kemungkinan rezim Suriah menyerahkan rudal-rudal dan senjata kimia yang dimilikinya kepada organisasi pejuang kemerdekaan Libanon, Hizbullah.
Dihinggapi ketakutan seperti itu, negeri Zionis itu mengancam akan menyerang Suriah lebih dulu melalui sebuah operasi militer menyusul kegagalan resolusi PBB ketiga kalinya pada 19 Juli 2012 yang lagi-lagi diveto oleh China dan Rusia.
Israel mencium adanya upaya memindahkan sistem amunisi canggih, terutama rudal anti pesawat udara atau rudal darat ke darat. Selain rudal, Israel juga mengkhatirkan pemindaha senjata kimia ke Hizbullah.
“Saya sudah menginstruksikan militer untuk meningkatkan persiapan intelijen dan mempersiapkan apa yang dibutuhkan sehingga … (jika perlu) … kita akan mampu untuk mempertimbangkan melakukan operasi,” kata Menteri Pertahanan Israel Ehud Barak pada Jumat seperti dkutip dari Press Tv.
Suriah telah mengalami kerusuhan sejak Maret 2011. Diawali dengan demonstrasi menentang dan mendukung pemerintah Presiden Bashar al-Assad, keadaan berubah menjadi pemberontakan bersenjata.
Pemerintah Suriah mengatakan, penjahat, sabotase, dan teroris bersenjata merupakan faktor pendorong di belakang kerusuhan dan kekerasan yang mematikan. Sementara pihak oposisi menuduh aparat keamanan berada di balik pembunuhan.
Damaskus juga mengatakan, kekacauan yang berkepanjangan itu sedang diatur dari luar negeri. Namun pasukan keamanan telah diberi instruksi yang jelas agar tidak membahayakan warga sipil.
Kapolda Bengkulu Serahkan Batuan dari Kapolri ke BPBD untuk Korban Gempa
Rusia Catat 8 Serangan Ukraina ke Fasilitas Listrik
Panglima TNI Terima Silaturahmi 30 Organisasi Pemuda Islam
Ukraina Tuding Tentara Rusia Luncurkan Rudal Balistik Setiap Hari
Menlu Rusia Sebut Warga Sipil Jadi Korban Serangan Ukraina









