Kakanwil Kemenkumham Jatim Dorong Keseragaman Pelaporan dan Kedisiplinan Pegawai

maiwanews – Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Hasasi Manusia (Kanwil Kemenkumham) Jatim, menggelar apel pagi, di Jalan Kayoon Embong Kaliasin, Senin (04/03/2024). Dalam memimpin apel pagi, Kakanwil Kemenkumham Jatim Heni Yuwono mengarahkan kakanwil mendorong keseragaman dalam pelaporan dan kedisiplinan dalam mengikuti apel pagi.

Heni Yuwono menekankan pentingnya pelaporan kehadiran peserta apel untuk memastikan keterlibatan seluruh pegawai Kanwil. “Perlu dibuatkan Standar Operasional Prosedur (SOP) terkait pelaporan apel untuk menciptakan keseragaman dalam menyampaikan laporan,” jelasnya.

Kakanwil menyampaikan lebih lanjut, bahwa pejabat administrator dan pejabat pengawas harus mengetahui keberadaan bawahannya setiap hari. Komunikasi yang baik di lingkungan kerja merupakan hal yang penting untuk memantau setiap kejadian secara terus menerus.

Contohnya sekarang, tambahnya saya mengetahui keberadaan para Kadiv yang berhalangan hadir untuk mengikuti apel pagi hari ini, sebab kami saling berkomunikasi. Begitu juga dengan saya, jika saya berhalangan hadir maka saya akan melapor ke para Kadiv. Hal ini diharapkan dapat dicontoh oleh bawahannya.
Selanjutnya, Heni memerintahkan jajarannya untuk mempersiapkan berbagai laporan sesuai dengan target yang telah ditetapkan sebab tidak lama lagi tarja B03 sudah harus di selesaikan.

Siapkan berbagai data dukung yang diperlukan dan laksanakan dengan penuh tanggung jawab. Untuk itu dirinya memerintahkan bagi yang sudah selesai melaksanakan kegiatan untuk segera menyampaikan SPPD nya di meja kerjanya. “Minimal 2 hari setelah kegiatan, segera kumpulkan SPPD nya untuk saya paraf,” tandas Heni
Menyongsong bulan suci Ramadhan, Heni mengingatkan bahwa melaksanakan puasa merupakan kewajiban bagi umat Islam. Namun, dia menekankan agar puasa tidak menjadi alasan untuk tidak menjalankan tugas dan tanggung jawab dengan penuh keikhlasan. “Laksanakan tusi dengan penuh tanggung jawab dan keikhlasan, Insya Allah akan bernilai ibadah,” tutup Heni. (*)