Irham Acho Bahtiar dengan berani mengangkat budaya Papua ke dalam film layar lebar berjudul Lost in Papua. Menurut pengakuannya dalam forum KasKus, film ini digarap secara bersama antara kru dari Jakarta dengan anak-anak muda Papua.
Beberapa kru tekhnis dari Jakarta mengalami kesulitan berhubungan dengan masyarakat asli sana karena kendala komunikasi. “Para kru dari Jakarta sebelumnya tidak mengetahui bagaimana kultur, kebiasaan maupun cara menghadapi masyarakat lokal di kampung kampung Papua. Sehingga dalam beberapa hal, sering sekali terjadi miss communication yang berdampak pada molornya pengerjaan set maupun kostum yang dipesan dari warga lokal Papua”, kata Acho dalam forum tersebut.
Dia memberi contoh perbedaan kultur itu, “kebiasaan orang orang di Jawa itu mengatakan kata “BESOK” itu bukan berarti beneran besok, bisa saja 2 hari lagi, 3 hari lagi atau bahkan minggu depan. tapi di Papua ketika kita sudah ngomong kata BESOK maka mereka nangkapnya ya besok bukan hari lain. Dan ketika kita di Jawa berjanji pada seseorang akan menjadikannya pemain misalnya buat menyenangkan hati alias basa basi doang. Kalau di Papua beda, ketika seseorang berjanji walaupun hanya basa basi doang maka besoknya ia akan ditagih terus janjinya itu dan dianggap serius. Di Papua itu orang orangnya masih menjunjung kejujuran sekali”.
Kendala komunikasi tersebut kadang membuat pergesekan antara kru Jakarta dan lokal. Bahkan hingga film ini selesai perbedaan kultur keduanya tetap saja tidak nyambung. Acho berharap ini akan menjadi pelajaran berharga buat para kru dari Jakarta yang selama ini tidak pernah berhadapan dengan masyarakat lokal di pedalaman.
Perbedaan kultur pada akhirnya berdampak terhadap sulitnya koordinasi antara Chief Art kostum dengan anak buahnya dilapangan untuk menyiapkan segala keperluan syuting. Ujung ujungnya adalah banyak keinginan Sutradara tidak bisa diwujudkan secara utuh oleh para Kru dikarenakan faktor faktor X tadi.
Namun film Lost in Papua menarik ditonton, menurut Acho karakter yang dimainkan Fanny Fabriana dan Fauzi Baadilla akan menampilkan sesuatu yang baru yang tidak pernah mereka mainkan selama ini. Banyak adegan maupun akting yang tak pernah dimainkan Fanny dan Fauzi bisa anda saksikan hanya di Film ini. Serta beberapa kejutan adegan dalam filmnya yang mungkin saja tidak anda inginkan kemunculannya.
Ledakan Dahsyat di Pelabuhan Shahid Rajaei Iran Tewaskan 25 Orang
Maruarar Laporkan Perkembangan Wisma Atlet ke Presiden
Pemerintah Bahas Strategi Penguatan Investasi Mobil Listrik
TNI/Polri Gelar Patroli Gabungan di Lanny Jaya, Papua
Scuderia Ferrari HP Rayakan Peluncuran Film 'Gladiator II' Bersama Paramount









