Kimia Farma Kerjasama BUMN China Bangun Pabrik di Cikarang

Jakarta – PT Kimia Farma Tbk (KBLF), sebuah perusahaan farmasi (BUMN) Indonesia, melakukan kerja sama dengan perusahaan Tianjin King York, juga sebuah perusahaan milik negara China untuk membangun pabrik baru yang Kimia Farmamemiliki kapasitas 30 juta ampul dan 10 juta vial.

Kesepakatan penandatanganan MoU yang bernilai total investasi mencapai US$ 10-12 juta ini akan diwakili oleh Presiden of Group Tianjin King York, China Feng Xiang Li bersama Direktur Utama Kimia Farma M Syamsul Arifin.

“Ide kerjasama bermula dari rencana pengembangan usaha Tianjin King York untuk memperluas dan meningkatkan pasar kortikosteroid dan memutuskan bahwa Kimia Farma adalah partner yang cocok,” jelas M Syamsul Arifin dalam keterangan di Jakarta, Rabu, 28 April 2010.

Menurut keterangan Syamsul, kerjasama ini dilakukan dalam rangka mengembangkan obat-obat kortikosteroid, injeksi dosis kecil, dan infus asam amino. Perusahaan BUMN bidang farmasi dua negara ini menyepakati kerjasama pembangunan pabrik yang berlokasi di Lippo Cikarang.

Pabrik ini menempati area seluas 2 ha dari total yang dimiliki Kimia Farma yang seluas 12 ha. Pabrik hasil kolaborasi ini rencananya akan mulai dibangun pada akhir 2010 dan selesai pada 2011. Diharapkan 2 tahun mendatang sudah mulai beroperasi.

Kapasitas produksi terpasang, sebanyak 30 juta ampul per tahun dan 10 juta vial per tahun, dengan jenis produk di antaranya injeksi kortikosteroid dan injeksi non kortikosteroid. Pabrik juga akan menyediakan specialize infusion, seperti antibiotic dan asam amino.

Perseroan juga berencana membangun pabrik bahan baku obat (Active Pharmaceutical Ingredient/API), dengan produknya Betamethasone 17 Valerant dan Dexamethasone Succinat. Sementara untuk teknologi, sistem, dan supporting material akan menjadi tanggung jawab Tianjin King York.

Sasaran produksi perusahaan ini merupakan wujud rencana pemerintah dalam menerapkan SJSN (Sistem Jaminan Sistem Nasional). Hasil produksi ini akan mensasar pasar negara-negara ASEAN, Timur Tengah, hingga negara-negara di Afrika.