maiwanews – Ketua DPD RI Irman Gusman, SE, MBA menyatakan masyarakat saat ini membutuhkan bisnis yang beretika, jujur dan bermoral. Hal itu sebagai jalan keluar dalam mengatasi ekonomi yang dihadapi masyarakat saat ini lewat tanggungjawab sosial perusahaan.
”Bisnis yang humanis dapat menciptakan perekonomian Negara yang lebih baik,,” tegasnya, dihadapan peserta konfrensi Pan Pacific Business Association, UN Global Compact Asia Network dan Asia Marketing Federation dengan tema “Managing and Competing in the New Economic Order, di Ubud, Bali, Minggu, (30/5)
Irman, hadir dalam acara peletakan batu pertama pembangunan Museum Marketing 3.0, di Ubud Bali, sebagai awal diadakannya konfrensi Pan Pacific Busines Association, UN Global Compact Asia Network dan Asia Marketing Federation.
Konfrensi dihadiri peserta luar dan dalam negeri seperti USA, Korea Selatan, Jepang, Fiji, Srilangka, Malaysia, Singapura, Philipina, Thailand dan Hongkong. Hadir juga beberapa pejabat pemerintah Indonesia antara lain Kuntoro Mangunsubroto, ketua Satgas Pemberantasan Mafia Hukum, Cokroda Oka Sukawati, Bupati Gianjar Bali dan dari kalangan pakar seperti Hermawan Kartajaya, presiden MarkPlus.
Lebih lanjut Senator dari Provinsi Sumatera Barat itu mengatakan, kebutuhan bisnis yang jujur itu sebagai jawaban atas kehadiran Marketing 3.0. sebagai marketing yang paling mutakhir saat ini. Dalam Marketing 3.0, kegiatan ekonomi tidak hanya didasarkan pada produk dan hubungan bisnis melainkan atas nilai-nilai moral dan human spirit. Pendekatan marketing telah beralih dari product centris dan customer –centris menjadi human-centris era.
Irman juga optimis peran Marketing 3.0 dapat menjadi sarana untuk mencapai Millenium Devlopment Goals (MDG’s) yang bertujuan untuk mengurangi tingkat kemiskinan dan pengangguran serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat dunia.
“Karena jiwa dan sepirit yang terkandung dalam markerting 3.0 sangat relevan dalam mendorong upaya pengentasan kemiskinan dan pengangguran gelobal,” ujarnya.
Sedangkan pembangunan Museum Marketing 3.0 di Ubud, menurut Irman, pembangunan ini bernilai strategis karena museum ini adalah museum marketing pertama di dunia. Menurut dia, DPD RI memberi apresiasi atas pembangunan Museum Marketing 3.0 di Ubud Bali.
Pembangunan museum ini akan memperkuat kedudukan Bali sebagai tujuan wisata dunia. Kehadiran Museum juga diharapkan dapat meningkatkan turis lokal dan mancanegara berkunjung ke Bali.
Polisi Tetapkan 9 Orang Tersangka Kasus Pagar Laut Bekasi
Prabowo: Kita Tidak Bisa Melindungi Hanya dengan Itikad Baik
4 Tahun Kudeta Militer di Myanmar, Beberapa Negara Sampaikan Pernyataan Bersama
Pemkot Makassar Bersiap Hadapi Bencana Hidrometeorologi
Lantamal VI Makassar Gelar Sertijab Dan Lantamal VI









