Jakarta – Di tengah minimnya anggaran untuk pengadaan Alutsista, TNI AL masih mampu laksanakan tugas dengan baik. KRI Ahmad Yani (AMY-352) dibawah kendali Gugus Tempur Laut Armada RI Kawasan Barat (Guspurlabar) berhasil menangkap Kapal Ikan Asing (KIA)
berbendera Taiwan yang dibajak di Perairan Enggano.
KRI Ahmad Yani 352 merupakan unsur Operasi Arung Pari-10 dalam Guspurlabar dibawah komando Laksamana Pertama TNI Didit Hardiawan MPA, MBA, menangkap kapal Taiwan tersebut saat sedang melakukan patroli.
Kapal Ikan Asing berbendera Taiwan tersebut saat ditangkap KRI AMY-352 di perairan Enggano, sedang dibajak oleh anak buah kapal (ABK) nya sendiri. Penangkapan terjadi pada Rabu malam, 21 April 2010, pukul 22.47.
Posisi kapal saat ditangkap berada di sebelah selatan Enggano pada posisi 06 04,3 S – 103 23,1 T. Kapal yang bernama Chen Fu Siang berbendera Taiwan dengan panjang 17,25 m lebar 4,25 m GT 62,79 Ton tersebut, memiliki 8 ABK yang semuanya warga negara Indonesia namun tanpa Nahkoda.
Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan KRI AMY-352 diketahui kapal tersebut telah dibajak oleh para ABK. Nahkoda yang bernama Chen yin Chung berkebangsaan Taiwan telah disandera dan kemudian dibuang ke laut oleh para pembajak.
Selanjutnya untuk proses hukum lebih lanjut, Kapal Ikan Asing tersebut dikawal KRI AMY-352 menuju Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Banten yang dikomandani Kolonel Laut (P) S. Irawan.
Menurut Danguspurlabar yang dijelaskan Dispenarmabar, Operasi Arung Pari-10 adalah operasi yang dilaksanakan Gugus Tempur Laut Armada RI Kawasan Barat, setiap tahunnya selama 180 hari.
Operasi ini melibatkan unsur-unsur KRI dan Pesud untuk mengamankan wilayah Yurisdiksi Nasional Khususnya Wilayah Barat dalam rangka menegakan kedaulatan dan hukum di laut serta memberikan efek deterrence (penangkalan) kegiatan illegal di wilayah NKRI.
KRI Ahmad Yani merupakan salah satu kapal perang kelas Perusak Kawal Berpeluru Kendali milik TNI AL. Kapal perang yang sudah cukup tua tersebut merupakan kapal fregat bekas pakai AL Belanda yang dibeli pemerintah Indonesia.
KRI Ahmad Yani dibangun tahun 1967 di Belanda. Sebelum berpindah tangan ke TNI Angkatan Laut, kapal tersebut mengalami beberapa perbaikan selama tahun 1977-1980. Termasuk diantaranya adalah pemasangan sistem pertahanan rudal anti pesawat (SAM, Surface to Air Missile) ) Mistral menggantikan Sea Cat.
KRI AMY-352 yang telah dilakukan peggantian mesin pada tahun 2007 tersebut, bertugas sebagai armada patroli dengan kemampuan anti kapal permukaan, anti kapal selam dan anti pesawat udara.
Polda Riau Amankan 8 Remaja Diduga Terlibat Aksi Kejahatan Jalanan
Lantamal VI, Palu Gagalkan Penyelundupan Barang Ilegal Senilai Rp1,5 Miliar
Ukraina Tegaskan Pentingnya Dukungan Kawasan Eropa Tenggara
Kapolri Pastikan Keamanan dan Pelayanan Optimal pada 'May Day Fiesta' di Monas
Fatmawati Rusdi Tekankan Pendekatan Humanis Satpol PP









