Krisis Ukraina: Rusia Umumkan Tarik Pasukan, AS Belum Yakin

20220215-f-15c-eagle-11-feb-2022
Pesawat tempur F-15C Eagle ditugaskan mendukung operasi NATO di Pangkalan Udara Lask, Polandia. 11 Februari 2022.

maiwanews – Amerika Serikat belum yakin Moskow benar-benar mengurungkan niat melakukan invasi ke Ukraina. Penasihat Keamanan Nasional Presiden Amerika Serikat Joe Biden Jake Sullivan mengatakan, laporan berita dari Moskow mengatakan Rusia akan mulai menarik pasukan dari wilayah tersebut.

Hingga akhir pekan lalu, Presiden Rusia Vladimir Putin terus memindahkan pasukan dan peralatan militer ke wilayah perbatasan. “Rusia memiliki lebih dari 100 ribu tentara mengepung Ukraina dan sekitar 30 ribu diantaranya berada di Belarus”, kata Sullivan sebagaimana dikutip Dephan AS (Departemen Pertahanan Amerika Serikat) hari Selasa (15/02/2022) malam waktu setempat.

Jika serangan Rusia ke Ukraina berlanjut, kemungkinan akan dimulai dengan serangan bom udara dan rudal, serangan ini jelas dapat membunuh warga sipil. Invasi darat berikutnya akan melibatkan serangan dengan kekuatan besar-besaran.

Sullivan mengutarakan bahwa Rusia terlihat mengumpulkan semua keperluan untuk melakukan invasi terhadap Ukraina. Hal itu dikatakan tidak harus terjadi. Ia percaya Presiden Putin bisa menempuh jalur diplomasi untuk menyelesaikan masalah krisis di Ukraina.

Sebagai antisipasi atas dugaan rencana Rusia menyerang Ukraina, Amerika Serikat dan negara-negara sekutunya telah mengambil berbagai langkah. Saat ini, Menhan (Menteri Pertahanan) AS Lloyd J Austin III sedang melakukan perjalanan ke Eropa untuk pertemuan dengan sekutu NATO (North Atlantic Treaty Organization).

Menhan Austin akan berpartisipasi dalam pertemuan menteri pertahanan aliansi di Brussel, kemudian melakukan perjalanan ke Polandia untuk pertemuan dan ke Lithuania di mana ia akan berbicara dengan para pemimpin negara-negara Baltik. (hiu)