maiwanews – Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD membantah bahwa salah satu hakim Konstitusi, M Akil Mochtar menolak untuk diperiksa oleh tim yang dipimpin Refly Harun.
Menurut Mahfud, pemeriksaan atas para hakim konstitusi memang bukan wewenang tim yang dipimpin Refly tersebut. Menurutnya, tugas tim Refly adalah melakukan investigasi, bukan pemeriksaan.
Jika untuk keperluan investigasi, lanjut Mahfud, semua hakim dan pegawai MK sudah siap dan menyambut upaya pembongkaran dugaan suap di tubuh MK itu. Bahkan mahfud minta diinvestigasi lebih dulu.
“Hakim MK sudah menunggu semua, bergairah ingin ketemu dan dinvestigasi Refly. Tidak ada yang takut di sini. Saya juga sudah menawarkan, supaya dia (Refly) menginvestigasi saya pertama kali,” kata Mahfud.
Mahfud mengatakan, meski telah membentuk tim investigasi sejak pekan lalu, Mahfud mengatakan, Refly selaku ketua tim masih meminta penundaan lagi hingga hari Jumat, 5 November.
Bahkan Mahfud mengaku dirinya belum menerima dua nama lain yang akan bergabung dengan tim investigasi. Sampai saat ini, kata Mahfud, Refly masih meminta penundaan waktu untuk mengajukan nama-nama anggota tim investigasi yang diminta MK.
“Kami menolerir penundaan (hanya) sampai hari Jumat saja,” kata Mahfud dalam konferensi pers di gedung MK, Jakarta, Kamis, 4 November 2010.
Bila hingga tenggat waktu yang diberikan kepada Refly tak kunjung menyerahkan nama tersebut, Mahfud akan melakukan langkah hukum. Karena menurutnya, sebagai pimpinan MK, ia harus menjaga kehormatan para hakim yang ada di institusi MK.
Pembentukan tim investigasi suap di MK tersebut adalah tindak lanjut MK terkait tulisan Refly Harun di sebuah koran nasional beberapa waktu lalu. Dalam tulisannya, ahli hukum tatanegara itu menyebutkan, ia melihat dan mendengar ada tiga orang yang pernah dan akan menyuap oknum di MK.
Yang penting, kata Mahfud, Refly harus membuktikan apa yang dia tulis. Padahal menurutnya, ia sudah dua tahun menyelidiki soal adanya dugaan suap itu di MK, namun tidak menemukannya.
“Tiba-tiba Refly punya bukti, ya bagus. Dia lebih gesit dari saya, dan sekarang ya dia harus membuktikan,” kata Mahfud menegaskan.
Porsche Lakukan Investasi Strategis untuk Perkuat Masa Depan
Khamenei Minta Militer Iran Tingkatkan Kemampuan
Prabowo Percaya Investigasi Penembakan WNI di Malaysia akan Transparan
Ishiba Shigeru dan Istri Beri Penghormatan di TMPN Utama Kalibata
Pemerintah Minta Apple Investasi di Indonesia $1 Miliar









