Jakarta – Pemegang saham PT Matahari Putra Prima Tbk secara bulat menyetujui penjualan saham perseroan pada PT Matahari Department Store Tbk melalui rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB)Â yang dilaksanakan di Jakarta, Jumat 26 Maret 2010.
Para pemegang saham PT Matahari Putra Prima Tbk yang hadir dalam RUPSLB tersebut memiliki 78 persen saham atau setara 4,14 miliar unit, seluruh pemegang saham yang hadir itu menyetujui penjualan saham Matahari Putra Prima.
Sementara pemegang saham independen yang dihadiri oleh pemilik 1,46 miliar saham atau sebanyak 99,67 % pemegang saham independen juga menyetujui transaksi tersebut.
Hal tersebut disampaikan Direktur Utama Matahari Putra Prima Benjamin J Mailool usai rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) di Hotel Aryaduta, Jakarta.
Meadow Asia Company Limited akan menandatangani perjanjian jual beli Matahari Department Store dengan Matahari Putra Prima pada 23 Januari 2010 senilai Rp 7,2 triliun.
Dari dana tunai sebesar Rp 5,3 triliun yang akan diterima, sekitar Rp 3,4 triliun akan digunakan untuk membayar utang. Dana yang digunakan untuk pengembangan usaha hanya Rp 900 miliar.
Meadow Asia merupakan perusahaan patungan CVC Capital Partners dan Matahari Putra Prima. CVC menguasai 80 persen saham Meadow, dan Matahari menguasai 20 persen sisanya.
Menurut Benyamin, paska pelepasan Matahari Departement Store, bisnis Matahari Putra Prima selanjutnya akan fokus pada bisnis ritel.
Selain itu, RUPSLBÂ juga memutuskan untuk mengangkat direksi baru. Perwakilan dari CVC Capital Partners yang masuk dalam jajaran direksi adalah Sigit Prasetya, Wai Hoong Fock, dan Terence Lee sementara Benjamin tetap dipertahankan sebagai direktur utama.
Arus Lalu Lintas Tol Jelang Puncak Mudik, Lancar
Porsche AG Percepat Langkah Restrukturisasi Perusahaan
Prabowo Terima Albanese, Sepakati Penguatan Kemitraan Indonesia-Australia
Prabowo Subianto Sambut Perdana Menteri Fiji di Istana Merdeka
Prabowo Terima Kunjungan Wakil Perdana Menteri Pertama Rusia









