maiwanews – Melalui para duta besarnya, beberapa negara sahabat ingin meniru kebiasaan pemerintah Indonesia yang rutin menggelar takbir akbar tingkat nasional setiap perayaan Idul Fitri.
Priyo mengatakan, keinginan tersebut diketahuinya dari sejumlah pernyataan yang disampaikan duta besar (Dubes) negara sahabat tersebut.
“Mereka terinspirasi untuk bisa dilakukan di negara masing-masing,” kata Priyo Budi Santoso, mengawali sambutannya sebagai ketua pantia Takbir Akbar Nasional, di Masjid Istiqlal, Jakarta, Kamis, 9 September 2010.
Para Dubes tersebut, lanjut Priyo, mereka mengaku takjub dan iri dengan kebiasaan Takbir Akbar nasional yang mampu mempertemukan sekaligus pemimpin negara dengan rakyat dan ulama.
Dalam laporannya sebagai ketua panitia, Priyo menjelaskan, malam Takbir Akbar tahun ini dihadiri oleh sekitar 15 ribu orang. Puncak dari kegiatan ini dilaporkan Priyo, acara pemberian santunan kepada sekitar 5.000 anak yatim dan kaum duafa.
Kepanitian Takbir Akbar yang kali ini mengambil tema ‘Islam Membawa Damai,’ diprakarsai Dewan Masjid Indonesia yang didukung oleh sejumlah organisasi masyarakat (ormas).
Takbir Akbar Nasional yang dilaksanakan di Masjid Istiqlal malam ini, dihadiri Presiden SBY beserta Ibu Ani, Wakil Presiden Boediono beserta Ibu, mantan Wapres Jusuf Kalla, dan sejumlah menteri Kabinet Indonesia Bersatu II.
Lantamal VI meninjau infrastruktur PT Vale Indonesia Tbk
Prabowo Sambut Hun Sen, Pererat Hubungan Diplomatik Indonesia-Kamboja
Danny Pomanto Sambut Professor dari PTNBH Se Indonesia di MGC
14 Dirut Perusahaan Jadi Tersangka Kasus Takaran Minyakita
Sekjen Partai Komunis Viet Nam Berkunjung ke Indonesia









