maiwanews – Militan Palestina melancarkan serangan terhadap Israel Selatan, sementara Israel melakukan serangan di Gaza. Penduduk ketakutan dan tetap berada dalam rumah mengantisipasi pertempuran sengit di daerah itu.
Israel menggempur Jalur Gaza hari Rabu 14 Nopember dengan serangan udara dan serangan artileri menewaskan komandan militer Hamas dan 10 militan dan warga sipil Palestina. Israel memperingatkan para anggota lain Hamas supaya tidak menampakkan diri dalam beberapa hari mendatang.
Media Israel mengatakan akibat tembakan roket-roket Palestina ke Israel Selatan dari Jalur Gaza Kamis 15 Nopember menewaskan tiga orang. Serangan Palestina dilakukan sehari setelah serangan udara Israel di Gaza menewaskan komandan tertinggi Hamas.
Kekerasan terbaru itu melanjutkan gelombang serangan udara Israel terhadap militan Islam di Gaza, menurut orang Palestina, gelombang serangan udara Israel telah menewaskan paling sedikit 10 orang. Para pejabat Israel mengatakan serangan udara tersebut merupakan tanggapan Israel atas serangan roket militan Palestina. Palestina hampir setiap hari meluncurkan roket ke wilayah Israel.
Kementerian Luar Negeri Mesir dalam pernyataan hari Kamis mengatakan bahwa Menteri Luar Negeri, Mohammed Amr, berbicara dengan Menteri Luar Negeri Amerika Hillary Clinton malam sebelumnya, meminta campur tangan Amerika untuk menghentikan agresi Israel. Sementara itu, Dewan Keamanan PBB telah mengadakan rapat darurat larut malam menanggapi permintaan Mesir dan anggota dewan Maroko atas nama penduduk Palestina. (azm/VoA)
Polda Jateng Bongkar Sindikat Penipuan Mobil Rental Lintas Daerah
Peringatan Hari Kartini 2025 di Sulsel: Seruan untuk Perempuan Terus Berkarya
Prabowo Lawatan ke Kawasan Timur Tengah dan Turki
Menlu Rusia Sebut Warga Sipil Jadi Korban Serangan Ukraina
Presiden dan Menhan AS Umumkan Platform Jet Tempur Generasi Berikutnya









