
maiwanews – Musim pungut daun kayu putih di kawasan hutan BKPH Jadi KPH Tuban telah berlangsung sejak akhir Maret lalu dan berakhir pada bulan akhir tahun 2013, ini bagi masyarakat pada lima desa antara lain Desa Penambangan, Prunggahan Kulon, Sambungrejo, Bektiharjo dan Desa Jadi Kecamatan Semanding, Tuban merupakan obyek utama pekerjaan serta menjadikan tulang punggung perekonomian warga petani hutan.
Tak kurang lebih 200 Kepala Keluarga (KK)sangat menggantungkan pekerjaan memungut daun ini selalu diharapkan dikala musim kemarau panjang. Apalagi tahun ini kekeringan juga melanda daerah itu.
“Setiap KK di bulan pungutan daun seperti sekarang ini mereka jarang sekali kelihatan di lahan pertanian atau di rumahnya. Pamong saya aja jika ingin mencari ya ke lahan Perhutani itu. Wajar jika tiap orang disini selalu mengharapkannya. Apalagi ranting-ranting pohon ini bisa
dipungut sebagai kayu bakar,” kata Mitro, seorang warga Desa Sambungrejo, Kecamatan Semanding, di lokasi pemetikan daun kayu putih di petak pemungutan daun.
Lebih dari ribuan hektar kondisi tanahnya selain tanah berbatu disekitar areal pertanian juga minim akan sumber mata air. Rata rata areal persawahanpun hanya mengandalkan datangnya air hujan. Menurut data dari kantor KPH Tuban tercatat hanya terdapat 3 sumber mata air yang
hanya sebatas sebagai pemenuhan kebutuhan air bersih. Harganya pun per kaleng 25 liter rata-mencapai Rp 50 ribuan.
“Untuk itu hasil upah dari memungut daun di lahan seluas 1128 hektar 70% dimanfaatkan oleh mereka untuk memenuhi kebutuhan air bersih. Kebanyakan tiap minggu bahkan hampir tiap hari selalu meminta haknya,” ungkap Sontok, Kepala KRPH Sambungrejo.
Sementara, Dedy Cahyadi, S. Si, Asper BKPH Jadi, menyatakan untuk tahun ini realisasi
produksi daun kayu putih di daerahnya sudah mencapai 80 persen dengan rata-rata produksi perharinya mantap 7,3 ton hingga 10 ton.
“Menurut laporan dari mandor pungut saya kurang lebih pertengahan bulan Nopember pekerjaan ini sudah kelar,” tandas Dedy.
Menurut catatan kecil Dedy diketahui, setiap pemungut daun rata-rata memperoleh upah sebesar Rp. 50.000,- atau 4 kuwintal daun kayu putih. Bahkan, mereka kerap kali perolehdua kali lipatnya.
Data di Kaur Produksi KPH Tuban, menunjukkan realisasi produksi daun yang dikirimkan ke PMKP Kupang telah mencapai 572. 2662 kg, PMKP Sukun sebanyak 479.19 kg dari rencana target RTT sebesar 820,077 kg. Dan saat ini masa produksinya telah memasuki tahap periode II.
Kegiatan untuk mereboisasi tanaman kayu putih yang sudah memasuki masa afkir atau tua, seperti disebutkan Waka Adm Sub Barat Tuban, Ir. Mada. telah mepersiapkan bibit-bibit sebanyak 82 persen telah terpenuhi dan untuk persiapan rencana tanaman tahun 2013 dan ditanam pada tahun depan. (lea)
Polda Metro Jaya Imbau Masyarakat Tidak Gelar Pesta Kembang Api
Bareskrim Telusuri Laporan Ridwan Kamil Terkait Dugaan Pencemaran Nama Baik
Polisi Tetapkan 9 Orang Tersangka Kasus Pagar Laut Bekasi
Kapolri Pimpin Upacara Kenaikan Pangkat 38 Pati
Maruarar Laporkan Perkembangan Wisma Atlet ke Presiden









