Lamongan – Bupati Lamongan, H Masfuk, menyatakan pendataan Sensus penduduk (SP) tahun 2010 di kabupaten setempat harus lebih berklualitas. Ini lantaran, hasil SP akan menjadi dasar perencanaan program pembangunan.
Karena data harus berkualitas, maka dalam pelaksanaan SP tidak hanya melibatkan BPS saja. ’Saya minta camat untuk membantu melakukan sosialisasi. Ini adalah gawe besar 10 tahun sekali yang harus didukung penuh,” kata Masfuk kepada wartawan, Jumat 26 Maret 2010.
Sementara, Ketua BPS Lamongan, Mohammad Khudori, mengungkapkan pelaksanaan SP 2010 ini melibatkan sejumlah 2.343 petugas pencacah lapangan. Mereka akan mulai bekerja melakukan pendataan pada 1 hingga 31 Mei 2010.
Dikatakan Khudori, ada sejumlah perbedaan antara SP kali ini dibanding SP tahun 2000. Diantaranya penambahan jumlah variable kuesioner dari yang sebelumnya 15 variabel menjadi 43 variabel. ‘’Selain itu, kini peta yang digunakan adalah peta digital berdasar citra satelit dengan menggunakan global positioning system (GPS),” tutur Khudori.
Ditambahkan, data SP 2010 ini akan digunakan sebagai kerangka contoh induk dan basis utama proyeksi penduduk 2010-2020. Selain itu juga sebagai bahan evaluasi millennium development goals (MDGs) serta untuk menetapkan target pembangunan selanjutnya. ‘’Pengolahan data akan rampung pada Desember 2010 nanti,’’ tandas Khudori.
Berdasar data kependudukan yang ada disebutkan, jumlah kependudukan Lamongan sejak SP pertama tahun 1961, jumlah penduduk Lamongan sebanyak 771.954 jiwa dan SP 1971 menjadi 907.767 jiwa.
Kemudian SP 1980 bertambah menjadi 1.049.956 jiwa, SP 1990 naik jadi 1.138.713 dan SP tahun 2000 penduduk Lamongan berjumlah 1.181.660 jiwa. ‘’Khusus untuk anggota masyarakat yang bertempat tinggal tidak tetap akan didata pada malam hari,” ujar Khudori..









