maiwanews – Pengacara Dirwan Mahmud, Muspani mengaku heran kliennya bisa ditangkap basah polisi sedang membawa narkoba. Mustapani tidak habis pikir, bagaimana barang haram tersebut berada di tas Dirwan.
“Kok Dirwan bawa Narkoba? Dirwan saja tidak merokok. Tapi faktanya, dia membawa (narkoba). Saya tak habis pikir,” kata Muspani dalam konferensi pers di kantornya, Jalan Wahid Hasjim 149, Jakarta, Selasa, 4 Januari 2011.
Dikatakan Muspani, Dirwan membantah tuduhan kepemilikan narkoba yang jadi barang bukti saat Dirwan ditangkap polisi. Apalagi menurutnya, dari hasil tes urine terhadapnya, hasilnya negatif menggunakan narkoba, artinya dia bukanlah pemakai narkoba.
Muspani juga menjelaskan, dirinya hingga kini belum mengetahui kronologi lengkap tertangkapnya mantan calon bupati Bengkulu Selatan itu. Termasuk apakah ia ditangkap saat ada razia narkoba atau tertangkap tangan.
Muspani mengetahui soal tertangkapnya Dirwan setelah dikabari oleh Fazri, orang menyopiri mobil yang ditumpangi saat Dirwan ditangkap. Muspani juga mengaku belum bisa berkomunikasi dengan Dirwan. “Tapi saya telah memberitahu KPK atas kasus ini,” kata Muspani.
Dirwan Mahmud merupakan orang yang pernah berperkara di MK terkait judicial review UU Pemda tentang syarat calon kepala daerah. Dalam proses tersebut, Dirwan mengaku mengetahui adanya praktek makelar kasus di MK yang ditangani oleh anak hakim MK Arsyad, Nesyawati.
Atas mencuatnya kasus narkoba ini, Muspani berpendapat, akan menghambat laporan testimoni adanya makelar kasus di MK yang saat sedang berproses. Karena menurutnya, kasus ini akan menjadikan kepercayaan publik terhadap Dirwan, turun.
Seperti diberitakan, Dirwan Mahmud ditangkap Polres Kalianda, Lampung karena kedapatan membawa satu butir narkoba. Namun dari hasil tes urine, hasilnya negatif. Untuk itu, Muspani akan berangkat ke Kalianda Minggu, untuk berkoordinasi dengan Dirwan soal kemungkinan adanya faktorl lain dari kasus ini.
Arus Balik Lebaran, Korlantas Akan Terapkan 'One Way' Lokal & Nasional
Tim Aju Bantuan Kemanusiaan TNI Berangkat ke Myanmar
Kapolri Pimpin Upacara Kenaikan Pangkat 38 Pati
31 Pemimpin Negara dan Perwakilan NATO Hadiri KTT Dukungan Terhadap Ukraina
14 Dirut Perusahaan Jadi Tersangka Kasus Takaran Minyakita









