Pengujian Terakhir untuk Dapatkan Sertifikat Ekolabel

Tuban – Perum Perhutani KPH Kebonharjo yang memiliki kawasan hutan 17.801,36 hektar dan terbagi di 3 (tiga) wilayah kabupaten yang berbeda. Di dua kabupaten masuk wilayah kerja pemerintahan provinsi Jawa Tengah. Yang satunya lagi masuk Kabupaten Tuban, Provinsi Jawa Timur dengan keluasan hutannya seluas 3.170,14 hektar.

Pada bulan Juni 2006, dia telah melakukan pendaftaran kepada pre assessment ke Woodmark Soil Assosiation (WSA) yang bekerjasama dengan PT. Mutu Agung Lestari (MAL). Program pelaksanaan full assessment pada bulan Desember 2007 kemudian dilanjutkan pada audit assessment pada Desember 2008. Reauditnya pada bulan Januari tahun 2009.

“Pada hari Jum’at, tanggal 06 Agustus tahun 2010 ini, adalah final untuk upaya kita dalam program pengelolaan hutan lestari (PHL) agar Perhutani Kebonharjo untuk memperoleh Sertifikatnya yang kembali di uji oleh WSA luar negeri,” ujar Ir. Sudarwanto, Administratur Perhutani KPH Kebonharjo saat komentar melalui telepon cellulernya, Senin, 16/08/2010.

Dalam komentarnya itu dia juga mengatakan bahwa pada hari Juma’at itu, WSA yang diwakili Emily B dan dari PT. MAL yang dijalankan oleh Taufik M dan Hermudanto serta dua orang perwakilan dari Tropical Forest Trust (TFT).

Kedatangan mereka tak lain melakukan akhir dari pengauditan system serta peran Perhutani ini ke Masyarakat, apakah mereka layak dapatkan sertifikat untuk menjual produksi kayu jatinya ke luar negeri?

Menurut informasi yang diperoleh dari salah satu karyawan Perhutani ini, bahwa KPH ini kemungkinan lolos untuk dapatkan sertifikat itu. Tentang kebenaran informasi berita ini kata Sudarwanto bisa sukses.

“Rata-rata nilainya cukup menggembirakan dan kayaknya memungkinkan sekali. Tapi yang nanti ada bukti tertulisnya dan diumumkan,” paparnya. memet