Perhutani Optimistis Pemberdayaan Ekonomi LMDH

SURABAYA – Perusahaan Umum (Perum) Perhutani optimistis pemberdayaan ekonomi Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) kian melestarikan hutan nasional karena menunjang pengelolaan sumber daya alam di sejumlah kawasan tersebut.

“Kemampuan Masyarakat Desa Hutan dalam mengembangkan ekonomi mikro mandiri akan mampu mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya hutan,” kata Manajer Pengelolaan Ekowisata dan Jasa Lingkungan Perum Perhutani Unit II Jawa Timur, Murgunadi, yang dihubungi di kantornya, Senin (10/01/2010) pagi.

Menurut mantan Kasi Humas ini, Masyarakat Desa Hutan adalah unsur yang sangat penting dalam pengelolaan hutan di Tanah Air termasuk di Jawa dan Madura.

“Apalagi, kedua pulau tersebut memiliki populasi terpadat dibandingkan wilayah lain di Indonesia,” ujarnya.

Murgunadi menilai, pada dasarnya hasil dari aktivitas pengelolaan hutan yakni jasa lingkungan. Bahkan, berbeda dengan pemahaman publik selama ini bahwa hasil pengelolaan hutan adalah kayu.

“Kayu merupakan komponen penting dalam hutan. Sementara, kawasan hutan tanpa pohon hanya berstatus hutan di atas kertas tetapi sulit menjalankan fungsinya
sebagai hutan,” katanya.

Di sisi lain sambung pria yang akrab dengan kalangan media ini, produk pokok hasil pengelolaan hutan adalah jasa lingkungan berupa estetika yang dikembangkan sebagai potensi pariwisata alam. Selain itu, “hydroorology” (siklus air alam) sebagai penyedia air bersih dan udara bersih.
“Fungsi lain untuk mencegah erosi yang dapat berakibat pada pencucian tanah,” katanya.

Di samping itu, ia menyesalkan, selama ini produk jasa lingkungan yang dihasilkan dari pengelolaan hutan belum dianggap sebagai suatu produk penting. Bahkan, dinilai belum menghasilkan rupiah sepeserpun. Pemikiran tersebut perlu diubah secara signifikan untuk mengoptimalkan pengelolaan hutan.

“Semisal, keikutsertaan berbagai peran terkait, masyarakat, perusahaan yang terkait dengan sumber daya hutan dan produk yang diturunkan,” katanya.

Upaya tersebut, lanjut dia, telah dilakukan aktivis penggerak Masyarakat Desa Hutan di Pulau Jawa dan Madura yakni Dudi Krisnadi. Pria yang juga menjadi inisiator Kongres Lembaga Masyarakat Desa Hutan se-Jawa Madura (tahun 2006) di Jombang terus memberdayakan Masyarakat Desa Hutan melalui pengembangan ekonomi mikro.

“Langkah strategis dengan nama lapangan ‘Kembara Tani’ itu kian meningkatkan kesejahteraan Masyarakat Desa Hutan seperti dibentuknya Kelompok Perempuan Desa Hutan untuk mengelola sumber daya hutan,” tukasnya. (doni sujito)