maiwanews – Perdana Menteri Inggris David Cameron mengakui kegagalan Presiden AS Barack Obama dalam menggalang dukungan anggota G20 terkait rencana serangan militer terhadap Suriah atas dugaan penggunaan senjata kimia oleh pasukan Presiden Bashar al-Assad.
David Cameron menyalahkan Rusia atas kegagalan tersebut dan menyebut Presiden Vladimir Putin memiliki pendapat yang jauh berbeda tentang kebenaran adanya serangan senjata kimia di Suriah.
Cameron juga menegaskan bahwa perbedaan pendapat yang tajam atas Suriah mengemuka saat acara makan malam resmi empat jam yang diselenggarakan oleh presiden Rusia, Kamis (5/9) malam waktu setempat. Menurut Cameron, G20 tidak akan pernah mencapai kesepahaman tentang Suriah.
Cameron menjelaskan, Posisi Rusia seperti dikatakan Putin bahwa jika Assad terbukti menggunakan senjata kimia, dirinya (Putin) akan mengambil pandangan yang berbeda. “Tapi dia (Putin) terlihat jelas bahwa sikap sebenarnya adalah oposisi,” tegas Cameron sebagaimana dilansir PressTv.
Sejauh ini hanya Perancis telah memberi sinyal bahwa ia akan bergabung dengan invasi bersenjata terhadap Suriah jika diluncurkan oleh Inggris dan AS
Putin, yang sangat menentang upaya yang dipimpin oleh AS untuk menyerang Suriah secara militer, telah berupaya keras menghadang konspirasi tersebut dan menveto upaya Obama – Cameron untuk memenangkan persetujuan Dewan Keamanan PBB .
Beberapa negara lain seperti China, termasuk Indonesia, mendukung argumen presiden Rusia bahwa setiap tindakan harus disetujui oleh Dewan Keamanan PBB. Sikap Indonesia itu disampaikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam acara makam malam.
31 Pemimpin Negara dan Perwakilan NATO Hadiri KTT Dukungan Terhadap Ukraina
Panglima Dampingi Presiden Berikan Pengarahan ke Dansat Jajaran TNI
Prabowo Subianto Tiba di Malaysia untuk Kunjungan Kenegaraan
Pj Sekda Makassar: Bela Negara Adalah Wujud Gotong Royong dan Cinta Tanah Air
Polisi Gagalkan Peredaran 10 Kg Sabu di Asahan









