maiwanews – Kepolisian menegaskan, tidak ada pembiaran terkait bentrokan antarpemuda yang menewaskan 3 orang di depan Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Jl Ampera Raya Rabu, 29 September 2010 lalu.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Boy Rafli Amar menjelaskan, pihaknya tidak mungkin melakukan pembiaran. Boy beralasan, pada kejadian itu, fokus polisi lebih pada mengamankan sidang yang ketika itu terdapat dua agenda sidang yang harus diamankan saat itu.
“Kami menekankan bahwa tidak mungkin polisi melakukan pembiaran suatu kondisi apalagi kondisi yang mengarah pada kegiatan yang membahayakan situasi Kamtibmas,” kata Boy di Polda Metro Jaya, Jl Sudirman, Jakarta, Jumat, 1 September 2010.
Jadi ketika ada kasus lain, lanjut Boy, sehingga polisi juga harus mengamankan, maka langkah-langkah yang dilakukan polisi tentu harus perlu waktu.
“Orang yang punya niat jahat tidak semudah itu dideteksi. Kepolisian perlu waktu. Bahkan, polisi sendiri ada luka tembak. Jadi, kalau dibilang polisi membiarkan itu sama sekali tidak benar,” kata Boy.
Menanggagapi peras intelijen dalam mengantisipasi kejadian, Boy menjelaskan, Polisi sudah melakukan pengamanan mulai dari antisipasi, ada apel pengamanan, sampai antisipasi siang hari, ada lapisan pasukan dari Polda Metro Jaya.
Namun menurutnya, di dalam melaksanakan tugas pengamanan, terdapat proses. “Kita harus memahami proses yang terjadi,” kata Boy lagi.
Seperti diketahui, bentrokan yang terjadi di depan PN Jaksel itu, telah menewaskan 3 orang yakni Fredy alias Frederik Philo Letlet (23), Saifudin (48) dari Medan dan Agustinus Tomasoa (49) dari Ambon.
Sedangkan 12 orang lainnya yang mengalami luka-luka masih dirawat di sejumlah rumah sakit. Hingga kini, polisi baru menetapkan 1 Orang tersangka, itupun karena tuduhan membawa senjata tajam.
Atas kejadian itu, sejumlah kalangan mengkritik keras cara kerja yang dilakukan polisi dalam menangani aksi brutas massa seperti yang terjadi di Ampera itu. Polisi dituding melakukan pembiaran atas kejadian itu.
Pemerintah Pastikan Penyaluran Bantuan Bencana Sumatra Berjalan Cepat
Kapolda Bengkulu Serahkan Batuan dari Kapolri ke BPBD untuk Korban Gempa
Porsche Pertahankan Tren Positif Jelang E-Prix Shanghai
Polisi Ungkap Kasus Pembunuhan di Tukdana, Indramayu
Prabowo Terima Sambutan Kehormatan dari Sultan Brunei di Istana Nurul Iman









