maiwanews – Di tengah makin banyaknya perilaku negatif disorot masyarakat, Kepolisian Republik Indonesia (Polri) justru ajukan kenaikan anggaran untuk tahun 2011 menjadi Rp 30 triliun.
Sementara ini, Polri mendapatkan pagu sementara tahun anggaran 2011 sebesar Rp28,3 Triliun. Polri menilai, anggaran yang ideal untuk melaksanakan tugas pokoknya pada 2011 adalah sebesar Rp30,1 Triliun.
“Kami meminta supaya alokasi pagu definitif Polri tahun anggaran 2011 diharapkan usulan kebutuhan Polri sebesar Rp 30 triliun dapat dipenuhi,” kata Asisten Perencanaan Kapolri Irjen Pol Pujiyanto.
Hal tersebut disampaikan Pujiyanto saat rapat kerja (raker) dengan Komisi III DPR yang dipimpin Wakil Komisi III DPR Azis Syamsudin di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin, 11 Oktober 2010 malam.
Pujiyanto berharap, usulan Polri tersebut diterima oleh anggota Dewan. “Apabila alokasi usulan tersebut dapat disetujui, maka jumlah alokasi pagu definitif Polri tahun anggaran 2011 jadi Rp 30 triliun,” katanya.
Total kebutuhan yang masuk dalam belanja modal Polri berjumlah Rp 1,262 triliun. Dana sebesar itu digunakan untuk kebutuhan alat utama (alut) dan alat khusus (alsus), Densus 88 antiteror, untuk alut dan alsus Ditpolair, alut dan alkes Brimob, serta bangunan gedung Densus 88 Polda Metro Jaya.
Sementara untuk Densus 88, Pujiyanto mengatakan, kebutuhan ideal untuk pasukan khusus antiteror itu mencapai Rp60-80 miliar pertahun, padahal anggaran 2010 saat ini hanya Rp11,5 miliar.
“Minimal Rp60 miliar untuk dukungan operasional dan tambahan alat untuk mendukung operasional,” kata Pujiyanto.









