maiwanews – Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menegaskan bahwa dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), porsi untuk pertumbuhan ekonomi dan pembangunan dibanding dengan belanja rutin belum tepat rasionya.
Menurut SBY, Seharusnya makin tinggi APBN, maka rasio untuk pertumbuhan dan pembangunan itu harus lebih besar dibandingkan untuk biaya rutin atau administrasi yang bersifat overhead cost.
Hal itu disampaikan Presiden Yudhoyono pada bagian lain pengantarnya ketika memimpin Rapat Terbatas Kabinet bidang ekonomi di Kantor Presiden, Senin, 19 Juli 2010 pagi.
“Jangan karena APBN naik, kemudian pengeluaran kementerian dan lembaga ikut dinaikkan. Itu tidak sehat, kan tidak diperlukan,” kata Presiden menjelaskan.
Presiden mengatakan seperti dikutip dari situs sby, apabila keperluan manajemen adminstrasi itu cukup, ketika APBN itu terus naik, tidak harus diikuti dengan kenaikan keperluan manajemen administrasi pula.
Ketentuan ini juga berlaku ke bawah, yakni pada tingkat gubernur, bupati dan walikota. Presiden mengingatkan jangan sampai tidak ada sama sekali pembiayaan untuk infrastruktur dasar di daerah-daerah karena karena alasan habis untuk belanja pegawai dan biaya administrasi yang tidak perlu.
Dalam rapat terbatas yang dimulai pukul 10.00 WIB di kantor Presiden itu, membahas tentang kebijakan fiskal dan APBN. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, didampingi Wakil Presiden Boediono, dihadiri Menko Perekonomian Hatta Rajasa dan para Menteri Perekonomian.
Prabowo Hadiri Peringatan Hari Buruh Internasional di Monas
Porsche AG Percepat Langkah Restrukturisasi Perusahaan
Polisi Ungkap Kasus Pembunuhan di Tukdana, Indramayu
Appi Beberkan Rencana Pembangunan Stadion Hingga Keselamatan Transporasi
Peringatan Hari Kartini 2025 di Sulsel: Seruan untuk Perempuan Terus Berkarya









