Pramono Curiga IPO Garuda Akan Dibuat Seperti Krakatau

Pramono Anungmaiwanews – Wakil Ketua DPR RI, Pramono Anung heran, kekacauan sistem pada penerbangan Garuda sepertinya sengaja dibuat seperti skenario yang dilakukan untuk Krakatau Steel, dengan tujuan menjual saham perdana (IPO) yang cukup murah.

Pramono mengaku heran, kekacauan sistem Garuda yang berbuntut pada keterlambatan sejumlah penerbangan Garuda ke berbagai daerah termasuk ke luar negeri, justru terjadi ketika Garuda tidak lama lagi akan go public.

“Malah ada peristiwa yang kemudian investor dan publik bertanya-tanya jangan-jangan ini dalam rangka seperti skenario yang dilakukan untuk Krakatau Steel, katakanlah menjual saham perdana yang cukup murah,” kata Pramono.

Apalagi menurutnya, Garuda ini jauh lebih menarik bagi para investor. Pramono menilai, perusahaan penerbangan milik pemerintah ini jauh lebih seksi dari perusahaan lain yang akan atau telah go public.

“Garuda ini harapan kita untuk menjadi penerbangan global mendunia. Ini (Garuda) sebenarnya sudah memenuhi syarat kalau melihat perkembangan Garuda dalam 3-4 tahun ini,” kata Pramono.

Keheranan Pramono bertambah karena menurut mantan Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDI Perjuangan itu, kejadian seperti ini bukan persoalan yang pertama kali terjadi di dunia penerbangan.

“Kalau dia (Garuda-red) belajar dari sistem Lufthansa seharusnya para ahli di Garuda yang menangani, bertanggung jawab terhadap perubahan sistem itu. Kan sudah harus tahu dan in charge,” kata Pramono di DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa 23 November 2010.

Pramono mengaku sangat menyesalkan kejadian tersebut, apalagi menurutnya, dirinya belum  pernah mendengar bahwa ada pergantian sistem seperti itu yang akan mengakibatkan kekacauan penerbangan.

“Saya bukan curiga, tetapi kok saya malah jadi ada pertanyaan besar, jangan-jangan ada kesengajaan membuat Garuda dalam kondisi seperti sekarang ini. Biasanya adem ayem, tidak ada apa-apa,” tambah Pramono.