Presiden SBY Harus Berani Bertindak Selamatkan Polri

Logo Polrimaiwanews – Petisi Keprihatinan yang dibacakan Taufik Basari meminta kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk bersikap tegas mengambil tindakan memperbaiki institusi Kepolisian.

Para tokoh dan aktivis yang hadir dalam acara itu mengungkapkan keprihatinan atas buruknya kondisi penegakan hukum di Indonesia serta tidak adanya pembenahan di tubuh Kepolisian RI.

“Kami meminta Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk mengambil tindakan luar biasa yang berani, tegas, dan menyentuh akar persoalan,” kata Taufik ketika membacakan petisi itu.

Petisi Keprihatinan yang dihadiri oleh ratusan tokoh dan aktivis tersebut, dibacakan di pelataran Gedung Mahkamah Konstitusi, Jalan Medan Merdeka Barat, Minggu, 22Agustus 2010.

Tuntutan petisi keprihatinan itu terdiri dari tiga prioritas. Pertama, agar SBY berani mencopot petinggi Polri yang terlibat praktik mafia peradilan atau merekayasa proses hukum, kedua membersihkan tubuh Kepolisian secara menyeluruh, dan ketiga, membenahi struktur Kepolisian RI agar jujur, profesional, dan bertanggung jawab.

“Kenapa kita tegaskan di Kepolisian, karena kami ingin spesifik. Kalau polisinya baik, maka Kejaksaan dan yang lain juga akan semakin baik. Next, Kejaksaan juga harus berbenah,” kata Erry Riyana Harjapamekas.

Turut hadir dalam acara itu antara lain mantan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi Erry Riyana Harjapamekas, pengacara Taufik Basari, Koordinator Indonesia Corruption Watch Danang Widoyoko, pengamat kepolisian Bambang Widodo Umar, pakar hukum tata negara Irman Putra Sidin, dan Koordinator Kontras Haris Azhar.