
maiwanews – Satelit kedua Qatar akan diluncurkan dari Amerika Serikat (AS) kuartal keempat tahun 2016. Peluncuran menggunakan roket SpaceX Falcon 9, demikian diumumkan Es’hailSat. Pesawat ruang angkasa berbobot tiga metrik ton akan meluncur dari kompleks peluncuran SpaceX di stasiun angkatan udara di Cape Canaveral Florida.
Satelit Es’hail 2 memperluas jangkauan televisi di wilayah Timur Tengah dan Afrika Utara. Hingga 300 kanal baru dapat dinikmati saat satelit dan semua peralatan mulai beroperasi.
Satu tahun lalu, satelit pertama Qatar, Es’hail 1, mampu memberi pelayanan di muka bumi pada radius sekitar  36.000 km. Namun kapasitasnya terbatas karena frekuensinya dibagi antara Es’hailSat dan rekanannya, Eutelsat sebagai operator satelit. Kali ini, Es’hail 2 akan dioperasikan oleh Es’hailSat dari Qatar. Es’hailSat adalah perusahaan independen, awalnya merupakan Perusahaan Satelit Qatar pada 2010.
Dalam sebuah pernyataan, Ali Al Kuwari, CEO Es’hailSat, mengatakan pihaknya senang telah memilih SpaceX untuk meluncurkan satelit kedua Qatar. SpaceX mampu memenuhi persyaratan teknis khusus dan paling penting adalah karena mampu menyelesaikan tugas pada akhir 2016.
“Peluncuran Es’hail 2 menandai tonggak penting lain dalam program satelit Qatar dan kami berharap untuk bekerja sama dengan SpaceX pada misi penting”, kata Ali Al Kuwari. Keterangan Kuwari juga menyebutkan satelit diluncurkan dengan perkiraan biaya US$250 juta hingga US$500 juta. (m011/DohaNews)
Vladimir Putin Pimpin Pertemuan Komisi Industri Militer Rusia
Ukraina Tuding Tentara Rusia Luncurkan Rudal Balistik Setiap Hari
Korlantas Polri Gandeng Komunitas Jeep Amankan Arus Mudik Lebaran 2025
Presiden Luncurkan Danantara di Halaman Istana Kepresidenan, Jakarta
Mikhail Mishustin Laporkan Situasi Ekonomi Rusia ke Vladimir Putin









