Rampung, Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Iran

nuklirTeheran, maiwanews – Iran telah merampungkan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) pertamanya meski melalui beberapa kali penundaan. Pembangkit listrik ini telah mulai dibangun Rusia sejak 1995. Parlemen Iran menyalahkan kontraktor dari Rusia atas keterlambatan itu.

Meski sempat mengalami penundaan, PLTN Bushehr akhirnya telah tehubung dengan jaringan listrik negara itu pada hari Sabtu pukul 23:29 waktu setempat. Laporan Organisasi Energi Atom Iran (Atomic Energy Organization of Iran – AEOI) mengatakan PLTN Bushehr menyuplai 60 megawatt ke jaringan listrik nasional dari total kapasitas 1.000 megawatt.

Menurut pejabat nuklir Iran, pembangkit listrik Bushehr akan mencapai kapasitas 40 persen selama upacara yang akan diselenggarakan pada tanggal 12 September. Wakil kepala AEOI Mohammad Ahmadian mengatakan uji coba pra-peluncuran PLTN Busher memasuki tahap akhir pada 27 Agustus lalu.

Pembangkit listrik ini sebenarnya dijadualkan selesai pada tahun 1999, namun perampungan proyek tersebut harus mengalami beberapa kali penundaan.

Bulan lalu anggota DPR Asgar Jalalian dikutip suratkabar Aftab mengatakan perusahaan energi pemerintah Rusia, Rosatom, mangkir dari janji-janji terkait konstruksi PLTN itu. Menurutnya biaya konstruksi PLTN naik, sebagaian karena kontrak Iran dengan Rosatom tidak memiliki batasan biaya ataupun batasan waktu. Rosatom tidak berkomentar mengenai tuduhan anggota DPR Iran tersebut.

Amerika dan negara-negara sekutunya menuduh Iran mencoba mengembangkan senjata nuklir dengan kedok program energi sipil, tetapi Iran membantah tudingan itu. Badan pengawas nuklir PBB juga merawa khawatir Iran diam-diam memproduksi rudal bermuatan nuklir. Kekhawatiran itu tertuang dalam laporan Badan Energi Atom Internasional (IAEA) itu diedarkan ke media hari Jumat. (PressTV/VoA/aso)