maiwanews – The Indonesia Economic Institute (IEI) menyatakan, proses penyederhanaan nominal uang rupiah atau redenominasi jika dilakukan selama 10 tahun terlalu lama.
Sunarsip berpendapat bahwa program penyederhanaan nilai nominal rupiah yang rencananya akan memangkas tiga angka nol itu, cukup dilakukan dalam jangka waktu lima tahun saja.
“Sepuluh tahun itu kelamaan., lima tahun sudah cukup efektif,” kata pengamat ekonomi IEI, Sunarsip, di Jakarta, Minggu 8 Agustus 2010.
Sunarsip menekankan, redenominasi akan membawa efek positif karena meningkatkan posisi tawar rupiah di dunia, dan menyederhanakan catatan atau pembukuan keuangan.
Oleh karena itu, ia mengapresiasi BI yang mewacanakan terobosan penting semacam ini. Bahkan, Sunarsip mengaku tidak yakin bila BI baru memulai kajian tentang redenominasi itu.
“Saya tidak percaya BI baru melakukan kajian. Saya sangat yakin, mereka sudah lama melakukan kajian itu karena target-targetnya sudah jelas. Itu bagus sekali,” kata Sunarsip meyakinkan.
IEI mengakui, penerapan kebijakan redenominasi memerlukan biaya yang cukup tinggi, tapi biaya sebesar itu akan sepadan dengan upaya untuk memperkuat struktur perekonomian kita.
“Ongkos untuk mencetak uang baru dan menarik uang lama memang cukup tinggi,” kata Sunarsip.
Sebelunya Gubernur BI Darmin Nasution mengungkapkan tahapan pelaksanaan program rededominasi rupiah itu cukup lama, program baru tuntas pada tahun 2022.
Namun berdasarkan tahapannya, pada dasarnya, uang baru sudah dicetak dan mulai beredar di masyarakat pada tahun 2013, meski uang lama juga masih berlaku sebagai alat pembayaran yang sah.
Yang dimaksud tuntas pada tahun 2022 adalah dimana uang lama yang beredar di masyarakat sudah tidak ada sama sekali. Dua tahun pertama, 2011 hingga 2012, adalah masa sosialisasi.
Porsche Dominasi GP Long Beach 2025 dengan Kemenangan di Dua Kelas
Polisi Tetapkan 9 Orang Tersangka Kasus Pagar Laut Bekasi
Pendapatan Grup Porsche AG Tahun 2024 Mencapai 716 Trilun Lebih
Jubir Kemenlu Rusia Tanggapi Serangan Pesawat Nirawak Ukraina
Erdogan Tegaskan, Turki Miliki Kekuatan untuk Hilangkan Segala Ancaman









