maiwanews – Sejak Rabu 22 Agustus 2012 Rusia menjadi anggota Organisasi Perdagangan Dunia (World Trade Organization / WTO) ke-156 setelah melalui proses negosiasi selama hampir 20 tahun. Masuknya Rusia kedalam organisasi berbasis di Jenewa disusul oleh Vanuatu sebagai anggota ke-157 pada hari Jum’at 24 Agustus nanti.
“Sekali lagi tahun ini, kami menyambut dua anggota baru dalam keluarga WTO. Ini telah menjadi perjalanan panjang bagi kedua negara dan mereka pasti akan memperkuat sistem perdagangan multilateral”, kata Direktur Jenderal WTO Pascal Lamy. Lamy menambahkan bahwa bergabung bersama WTO menunjukkan kepercayaan pada badan itu.
Rusia pertama kali mengajukan keanggotaan WTO pada tahun 1993. Selama proses negosiasi sejak runtuhnya Uni Sovyet 20 tahun lalu, Rusia harus menghadapi berbagai hambatan baik dari anggota WTO dan dari dalam negeri. Para anggota WTO tadinya menghambat keanggotaan Rusia karena keprihatinan hak azasi manusia dan sengketa perdagangan regional. Rusia akhirnya diizinkan bergabung berdasarkan persetujuan bulan Desember.
Dari dalam negeri, beberapa politisi Rusia menentang keanggotaan itu. Mereka mengatakan WTO mengharuskan negara memotong bea impor atas beberapa barang dan tidak segera ada cara untuk memperoleh pemasukan lain sebagai gantinya.
Sebagai bagian dari keanggotaannya, Rusia setuju untuk menurunkan tarif impor hingga kurang dari 8 persen dari rata-rata 10 persen saat ini. Rusia juga telah berkomitmen untuk membuka perdagangan dalam 11 sektor jasa, termasuk industri perbankan dan asuransi. (aso/VoA/WTO)
Rusia Catat 8 Serangan Ukraina ke Fasilitas Listrik
Pjs Wali Kota Makassar Ucapkan Selamat kepada Anggota DPRD Baru
Irwan Rusfiady Adnan Resmi Dilantik sebagai Pj Sekda Kota Makassar
Prabowo dan Gibran Resmi Jadi Presiden dan Wapres RI
Vladimir Putin Gelar Pertemuan dengan Wartawan Negara-Negara Anggota BRICS









