maiwanews – Saham PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk dicatatkan pada Papan Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) sebagai emiten Ketiga di tahun 2011. Saham yang diberi kode perdagangan GIAA itu, dicatatkan pada tanggal 11 February 2011.
Pada penawaran perdana ini, saham PT Garuda Indonesia Tbk sepi permintaan. Tercatat hanya 3.327.331.275 lembar saham yang terserap oleh pasar dipesan oleh 11.068 pihak. Garuda melepas saham baru sebanyak 6,335 miliar lembar, atau setara dengan 26,67% dari total modal yang ditetapkan.
Di menit awal penawaran perdana hari ini, harga saham maskapai penerbangan milik pemerintah itu dibuka langsung turun 50 poin menjadi Rp700 atau turun sebesar 0,3 persen dari harga penawaran Rp750.
Akibatnya, penjamin emisi berkewajiban membeli sisa saham Garuda yang ditawarkan dan tidak habis terjual. Sebanyak 47,48% atau 3.008.406.725 lembar saham dari total saham PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) terserap oleh penjamin emisi.
Bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi atau joint lead underwriter adalah PT Mandiri Sekuritas, PT Bahana Securities, dan PT Danareksa Sekuritas. Ketiga penjamin pelaksana emisi itu telah menyatakan kesanggupan penuh (full commitment) untuk membeli sisa saham Garuda yang tidak terserap pasar.
Dengan harga pelaksanaan Rp 750 per lembar, maka dana yang didapat sebesar Rp 4,751 triliun. Namun uang sebanyak itu harus dibagi dengan pemilik saham lain seperti Bank Mandiri. Saham Bank Mandiri itu diperoleh dari utang perseroan yang kemudian dikonversi menjadi saham perdana.
Saham Garuda yang dimiliki oleh BMRI sebanyak 1,9 miliar lembar, sedangkan milik BUMN Aviasi sendiri 4,4 miliar lembar.
Polda Sumut Gagalkan Peredaran 3kg Ganja, Tangkap 2 Pelaku
Porsche AG Percepat Langkah Restrukturisasi Perusahaan
Aliyah Mustika Ilham Pimpin Upacara Peringatan Harkitnas ke-117
Sabalenka Melaju ke Semifinal Porsche Tennis Grand Prix
Prabowo Terima Kunjungan Wakil Perdana Menteri Pertama Rusia









