Satu Miliar Pohon untuk Tangkal Global Warming

maiwanews, GRESIK – Perubahan iklim yang tidak menentu ditambah kondisi Kabupaten Gresik yang padat akan industri menjadikan program penghijauan harga mati. Perubahan ikilm yang tak menentu berdampak pada permasalahan yang serius, seperti hujan yang datang secara tiba-tiba, terjadinya angin puting beliung, mau pun tanah longsor.

Pun demikian juga pada musim kemarau. Para petani tak bisa memanfaatkan sawahnya untuk bercocok tanam, Semuanya ini harus segera diantisipasi dan diakhiri.

Demikian diungkapkan Bupati Gresik, Sambari Halim Radianto, sewaktu mendeklarasikan menanam 1 milliar pohon yang dipusatkan di lapangan Desa Suci Kecaman  Manyar, Rabu (19/12).

Bupati Gresik beserta seluruh jajaran di Pemerintah Kab Gresik, forum Muspida, perusahaan, ormas, warga Masyarakat, para siswa dan seluruh elemen masyarakat sebanyak 600 orang bertekad mendeklarasikan siap melawan Global Warming.

Deklarasi tersebut bukan hanya seremonial saja namun di tandai dengan langkah nyata dengan menanam 2.615.500 pohon, baik pohon produktif maupun pohon pelindung.  Bantuan pohon tersebut diperoleh dari bantuan bibit dari PT Pertrokimia Gresik sebanyak 50.000 pohon, bantuan bibit dari BP DAS Solo sebanyak 30.500 pohon, bantuan bibit dari Fromula pertama serta dari APBD.

Bupati Gresik  Sambari Halim Radianto dalam kesempatan tersebut mengajak kepada seluruh masyarakat Gresik untuk perang melawan global warming. Langkah-langkah yang harus ditempuh yaitu dengan mengadakan penanaman/penghijauan di tempat/lahan tidur atau di tempat yang gersang, sehingga bisa menyerap polusi, serta pohonnya bisa di jadikan bahan bakar kayu.

“Memang Gresik tidak memiliki hutan, namun kita tak perlu muluk-muluk/berlebihan menciptakan hutan, cukup dengan menanam tanaman/pohon di pekarangan rumah/lahan sempit sudah cukup, ini juga merupakan hutan rakyat dan juga merupakan langkah kecil menuju perubahan yang lebih besar,” tutur Sambari.

Kegiatan pencanangan tanam 1 miliar pohon ini merupakan yang ke tiga kalinya. Jika kegiatan ini berjalan secara rutin diyakini akan memberikan kesejahteraan bagi masyarakat Gresik, seperti panen padi akan berjalan sesuai dengan musim.

Saat ini hasil panen padi mencapai 273.000 ton beras dengan konsumsi sebesar 133.000 ton berarti ada surplus.

“Dengan demikian, produk beras yang ditargetkan pusat sebesar 5 sampai 10 persen akan mampu kita penuhi,” ujar Sambari.

Bupati juga  berharap pencanangan program penghijauan ini bisa di jadikan sarana edukasi dengan menanam pohon berkelanjutan serta mampu menyerap polusi.

Usai gerakan penanaman 1 miliar pohon dilanjutkan dengan penerimaan hadian lomba penghijauan. Juara I di raih Gapoktan Surowiti Desa Surowiti Panceng mendapat 1 ekor sapi.

Sedangkan juara II dan III (Gapoktan Lowayu Dukun dan Gapoktan Banyuurip Panceng) masing-masing mendapat 1ekor kambing. Bupati juga melakukan penandatanganan prasasti kegiatan sistem instalasi pengolahan air sederhana (SIPAS) dari Dinas PU, serta bantuan hand traktor kepada kelompok tani Morobakung Kecamatan Manyar. (*)