PROBOLINGGO – Asisten staf khusus presiden RI bidang komunikasi dan sosial, Kol (Purn) Darwis Darus didampingi pembantu asisten staf khusus presiden RI bidang komunikasi dan social, Arif Rahman menyatakan, hasil pemantauan empat program pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) selama empat hari di Probolinggo telah dijalankan pemerintah Kabupaten Probolinggo dan Kota Probolinggo.
Diantaranya memantau pelaksanaan distribusi beras untuk keluarga miskin (raskin), program keluarga harapan (PKH), jaminan kesehatan masyarakat (Jamkesmas) dan pelayanan sertipikat tanah (PST).
Wakil kepala Sub Divre III Bulog Probolingo-Lumajang, Imam Buchori, menyatakan kedatangan dua orang kepercayaan presiden RI SBY ke kantor Sub Divre Bulog III Probolinggo-Lumajang di jalan Suroyo Kota Probolinggo, sesuai surat tugas yang ditanda tangani presiden SBY saat itu, tugasnya hanya memastikan apakah dua pemerintah daerah itu benar-benar menjalankan program pemerintah pusat.
“Ternyata setelah cek langsung ke sejumlah warga di Desa Patokan Kecamatan Bantaran Kabupaten Probolinggo, pemerintah setempat terbukti menjalankan empat program pemerintah pusat tepat sasaran,”kata Imam Buchori.
Selain memantau empat program pemerintah pusat di daerah, dua orang staf khusus Presiden RI tersebut juga memantau stok beras milik Sub Divre Bulog III Probolinggo-Lumajang. Pasalnya pada saat itu, bersamaan penen raya di sejumlah daerah wilayah Sub Divre Bulog III Probolinggo-Lumajang.
“Jumlah pengadaan skala beras selama kurun waktu Januari hingga Maret 2010 sebesar 20.942 ton beras,”ungkap Buchori.
Jumlah tersebut, sambungnya melebihi perencanaan penyaluran yang pagunya mencapai 2.744 ton beras per bulan. “Realisasi harus tepat waktu, tepat sasaran juga jangan samapai masyarakat kelaparan,”.
Imam Buchori menambahkan jumlah 20.942 ton beras, berasal dari kontrak pengadaan gabah dan beras dengan 44 rekanan yang aktif dari 60 rekanan terdaftar.
Sesuai kesepakatan bersama antara 44 rekanan dengan Sub Divre Bulog III Probolinggo-Lumajang, yaitu pengadaan gabah sebanyak 19.630 ton dan 10.147 ton beras. Direalisasi oleh 44 rekanan sekitar 18643 ton gabah dan masih sisa kontrak sebanyak 986 ton gabah, untnuk realisasi beras sebanyak 9.104 ton beras dan masih tersisa kontrak 1.043 ton beras dengan sedikitnya 44 rekanan se-Probolinggo.
“Proknosa (perencanaan pengadaan gabah dan beras DN) selama kurun waktu satu tahun sekitar 61 ribu ton setara beras,”timpalnya.
Bila jumlah proknosa dibandingkan sengan jumlah kebutuhan beras untuk wilayah Sub Divre Bulog III Probolinggo-Lumajang, yang mencapai 107 ton per bulan untuk Kota Probolinggo, 1.468 ton beras per bulan untuk Kabupaten Probolinggo dan 1.168 ton beras untuk Kaupaten Lumajang. stok gabah dan beras yang dimiliki Sub Divre Bulog III Probolinggo-Lumajang selama kurun waktu satu tahun cukup aman.
“Kedatangan dua orang staf khsus presiden, juga ingin memastikan bahwa masyarakat di wilayah Sub Divre Bulog III Probolinggo-Lumajang tidak akan kelaparan,”pungkas Buchori.
Presiden dan Kepala BPI Danantara Bahas Investasi Strategis
Presiden Resmikan KEK Industropolis Batang
Panglima Dampingi Presiden Berikan Pengarahan ke Dansat Jajaran TNI
Pjs Wali Kota Makassar Pimpin Rakor Fasilitasi dan Distribusi Logistik Pilkada 2024
Ikuti Arahan Presiden, Polisi Ungkap Kasus Judol Situs Slot 82-78









