Status Gunung Merapi Siaga, Guguran Lava Terpantau Sebanyak 67 Kali

20211002-gunung-merapi
Gunung Merapi dari kamera Pasar Bubar. Sabtu 2 Oktober 2021.

maiwanews – BPPTKG (Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi) Sabtu 2 Oktober mengumumkan Gunung Merapi dalam status “awas”, ini merupakan level tiga dari empat level status. Kemepat level itu masing-masing adalah normal untuk level 1, waspada untuk level 2, awas untuk level 3, dan awas pada level 4.

Dalam keterangannya Kepala BPPTKG Hanik Humaida hari Jumat menyampaikan laporan mingguan aktivitas Gunung Merapi periode 24-30 September. Dalam laporan itu disebutkan cuaca sekitar umumnya cerah pada pagi dan malam serta berkabut pada siang dan sore. Guguran lava terpantau sebanyak 67 kali. Jarak luncur guguran itu maksimal 1800 meter ke arah Barat Daya.

Berdasarkan pantauan dari beberapa stasiun kamera, ketinggian kubah lava Barat Daya mengalami penambahan kurang lebih 1 meter. Volume kubah lava Barat Daya mencapai 1.630.000 m3, sedangkan volume kubah tengah sebesar 2.854.000 m3.

Pada periode pekan ini tercatat 244 kali gempa denagn frekuensi rendah (Low Frequency/LF), 1.268 gempa Fase Banyak, 1.200 gempa Guguran, 338 gempa Hembusan, dan 6 gempa Tektonik.

BPPTKG menerbitkan beberapa errkomendasi, antara lain adalah kepada pemerintah Kabupaten Sleman, Kabupaten Magelang, Kabupaten Boyolali, dan Kabupaten Klaten untuk melakukan upaya mitigasi menghadapi ancaman erupsi Merapi. Masyarakat diminta tidak beraktifitas di area potensi bahaya serta mengantisipasi dampak abu vulkanik dan bahaya lahar. (z/BPPTKG)